Tampung 275 Siswa, Tiga Sekolah Rakyat SD di NTB Beroperasi September

Mataram, IDN Times - Setelah pembukaan dua sekolah rakyat jenjang SMP dan SMA, tiga sekolah rakyat jenjang Sekolah Dasar (SD) akan beroperasi pada awal September mendatang di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tiga sekolah rakyat jenjang SD itu berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunungsari Lombok Barat, Balai Latihan Kerja (BLK) Lenek Lombok Timur dan SMPN 4 Sumbawa Besar.
"Kalau tidak ada halangan dan tidak ada perubahan awal September dibuka sekolah rakyat jenjang pendidikan SD. Untuk awal September ini ada tiga sekolah rakyat jenjang SD di NTB," kata Kepala Dinas Sosial NTB Nunung Triningsih di Mataram, Kamis (28/8/2025).
1. Tiga sekolah rakyat SD tampung 275 siswa

Nunung menjelaskan tiga sekolah rakyat jenjang SD itu saat ini sedang dalam proses rehab gedung. Untuk sekolah rakyat di BLK Lenek Lombok Timur, progres perbaikannya sudah 100 persen.
Kemudian sekolah rakyat di SKB Gunungsari Lombok Barat sudah 95 persen. Begitu juga sekolah rakyat di SMPN 4 Sumbawa Besar, sedang dalam proses perbaikan. Dia menyebutkan tiga sekolah rakyat jenjang SD itu akan menampung sebanyak 275 siswa.
Untuk sekolah rakyat di SKB Gunungsari Lombok Barat dan BLK Lenek Lombok Timur akan menampung masing-masing 100 siswa. Sedangkan sekolah rakyat di SMPN 4 Sumbawa Besar akan menampung sebanyak 75 siswa.
"Kalau SKB Gunungsari Lombok Barat 100 siswa atau empat rombel. Kemarin baru kita selesai rapat penetapan calon siswa di Lombok Barat. Kemudian di BLK Lombok Timur ada empat rombel atau 100 siswa. Sedangkan di SMPN 4 Sumbawa Besar tiga rombel atau 75 siswa," sebut Nunung.
2. Tahap proses penetapan calon siswa

Persiapan tiga sekolah rakyat jenjang SD di NTB dalam proses penetapan calon siswa. Untuk sekolah rakyat di SKB Gunungsari dan BLK Lenek sudah dalam penetapan calon siswa. Sedangkan sekolah rakyat di SMPN 4 Sumbawa Besar dalam proses penetapan calon siswa.
Meskipun saat ini sudah masuk tahun ajaran baru di sekolah umum, Nunung mengatakan masih belum terlambat. "Sekolah rakyat ini beda. Jadi kalau dibilang telat, saya kira tidak. Karena proses pembelajaran juga tetap berjalan," jelasnya.
3. Dua sekolah rakyat sudah beroperasi di NTB

Saat ini, ada dua sekolah rakyat yang sudah beroperasi di NTB, yaitu sekolah rakyat jenjang pendidikan SMP di Sentra Paramita Mataram. Kemudian sekolah rakyat jenjang pendidikan SMA di Eks Akper Selong Lombok Timur. Dua sekolah rakyat tersebut masih bersifat sementara dengan meminjam gedung Sentra Paramita Mataram dan eks Akper Selong Lombok Timur.
Untuk sekolah rakyat di Sentra Paramita Mataram menampung sebanyak 100 siswa atau empat rombongan belajar (rombel) terdiri dari 50 laki-laki dan 50 perempuan. Sedangkan sekolah rakyat di Eks Akper Selong Lombok Timur menampung sebanyak 125 siswa, terdiri dari 65 laki-laki dan 60 perempuan.
Nunung mengatakan Pemda di NTB berharap sekolah rakyat dapat dibangun di setiap kabupaten/kota. Karena banyak anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang tersebar di kabupaten/kota di NTB.
"Cuma memang karena kondisi, kita juga tidak bisa karena lahan yang disiapkan minimal luasnya 5 hektare. Kayak di Kota Mataram, susah mencari lahan 5 hektare di dalam kota. Kalau menurut kementerian untuk di kota, nanti akan ada pertimbangan khusus. Karena masalahnya bukan hanya di NTB tapi seluruh Indonesia," tandasnya.