Kasus Perundungan Murid SD di Lombok Timur Jadi Atensi Kemendikdasmen

- Kasus perundungan siswa SD di Lombok Timur menjadi atensi Kemen Dikdasmen
- Belum ada kesimpulan pasti mengenai penyebab cedera siswa, dengan adanya kejanggalan dalam proses klarifikasi
- Siswa korban masih menjalani perawatan intensif dan publik menunggu hasil pemeriksaan medis untuk menentukan kronologi cedera
Lombok Timur, IDN Times – Kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang siswa kelas I Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur mendapat sorotan serius publik. Bahkan, perhatian terhadap kasus ini telah menjadi sorotan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen).
Hal itu terkonfirmasi setelah Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan memberikan instruksi khusus kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk segera turun tangan dan menangani kasus tersebut.
1. Jadi perhatian Kementrian Pendidikan

Koordinator Wilayah BPMP NTB untuk Lombok Timur, Selamat Riadi, mengonfirmasi bahwa kasus yang menimpa siswa berinisial MHA ini telah menjadi atensi pusat. Ia menyatakan pihaknya akan terus melaporkan perkembangan harian ke Jakarta.
Meski demikian, berdasarkan hasil diskusi dengan kepala sekolah, guru, serta perwakilan Dikbud setempat, belum dapat diambil kesimpulan pasti mengenai penyebab cedera yang dialami siswa tersebut.
“Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab pasti anak tersebut mengalami cedera. Menurut keterangan, sebelumnya anak ini dalam kondisi sehat,” ujarnya.
2. Temukan kejanggalan

Riadi mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proses klarifikasi. Siswa yang diduga melakukan pemukulan membantah telah melakukannya. Sementara korban disebut menyebut nama temannya tersebut saat berada dalam kondisi tidak sadar.
“Penyebutan nama itu bukan saat anak dalam kondisi normal. Jadi kita masih menunggu kesimpulan, apakah kejadiannya di sekolah atau justru di luar sekolah, serta apa penyebab pastinya,” ujarnya.
Untuk mendapatkan kejelasan medis dan psikologis, BPMP NTB saat ini masih menunggu hasil skrining dari dokter dan psikolog di Puskesmas Labuhan Lombok. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab dan kronologi cedera yang dialami korban.
Riadi menegaskan, meski belum ada kepastian, kasus ini akan terus dipantau karena menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Perkembangan yang kami dapatkan hari ini akan langsung kami laporkan ke pusat, dan kasus ini akan terus kami pantau,” pungkasnya.
3. Masih menjalani perawatan intensif

Korban, MHA, hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R. Soedjono Selong akibat memar serius dan dugaan patah tulang pada kaki kirinya. Publik kini menunggu kepastian hasil pemeriksaan medis, termasuk rontgen, yang akan menentukan apakah korban perlu menjalani operasi.
Hasil pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat mengungkap apakah cedera yang dialami MHA disebabkan oleh tindakan kekerasan yang disengaja. Jika terbukti, kasus ini diprediksi akan berbuntut panjang dan menyoroti kegagalan pengawasan di lingkungan sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari BPMP NTB dan Dikbud Lombok Timur masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan kronologi sebenarnya dan di mana tepatnya kejadian berlangsung.

















