NTB Perjuangkan Pembayaran Hosting Fee MotoGP 2026 ke Pemerintah Pusat

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB dan Pemda Lombok Tengah duduk bareng dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney. InJourney merupakan holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata di Indonesia.
Pada Rabu (4/2/2026), Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin rapat koordinasi kolaborasi pengembangan pariwisata Mandalika di Mataram. Kegiatan itu dihadiri Direktur Utama InJourney Maya Watono, dan Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan raPat koordinasi itu salah satunya membahas evaluasi penyelenggaraan MotoGP 2025 dan persiapan MotoGP Mandalika 2026. MotoGP Mandalika akan digelar pada 9-11 Oktober 2026.
"Tadi kita mulai dengan evaluasi dulu, apa sih tahun kemarin persoalan-persoalannya. Beberapa masalah sudah ada hilal untuk penyelesaian persoalannya satu per satu," kata Iqbal usai pertemuan di Mataram, Rabu (4/2/2026) sore.
1. Hosting fee MotoGP Mandalika jadi isu utama

Salah satu persoalan yang dibahas terkait hosting fee MotoGP Mandalika 2026. Dia mengatakan Pemda NTB akan berdiskusi dengan Pemerintah Pusat mengenai hosting fee MotoGP Mandalika 2026.
Dalam rapat koordinasi bersama InJourney, kata Iqbal, belum ada skema untuk pembayaran hosting fee MotoGP Mandalika 2026. Persoalan ini akan dibahas dengan Pemerintah Pusat.
"Tapi kita sudah memahami persoalannya dan itu menjadi salah satu isu utama yang akan kita perjuangkan sama-sama ke depannya," kata dia.
Pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 lalu, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) meminta Pemda NTB ikut sharing untuk pembayaran hosting fee. Namun, karena kondisi fiskal yang terbatas, Pemda NTB membantu dengan cara lain.
Sebagai catatan, pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2022, hosting fee sepenuhnya ditanggung Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) sebesar Rp174,6 miliar.
Kemudian pada MotoGP Mandalika 2023, ITDC dan Kemenparekraf membayar hosting fee sebesar Rp 176,8 miliar. Dengan rincian ITDC sebesar Rp98 miliar dan Kemenparekraf Rp78,8 miliar. Sedangkan pada tahun 2024, biaya hosting fee MotoGP Mandalika mencapai Rp 231,29 miliar.
2. Serius jadikan MotoGP event berkelas internasional

Dalam rapat koordinasi itu, Pemprov NTB dan Pemda Lombok Tengah bersama ITDC serta para pemangku kepentingan pariwisata melakukan pemetaan berbagai isu strategis di kawasan Mandalika. Isu-isu yang dibahas meliputi konektivitas, ketersediaan hotel, penyelenggaraan MotoGP, persoalan lahan, serta sejumlah isu teknis lainnya.
Selanjutnya, berbagai isu tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh tim teknis untuk diselesaikan secara bertahap. Iqbal menegaskan Pemprov NTB sangat serius menyukseskan pelaksanaan MotoGP Mandalika pada Oktober mendatang.
"MotoGP masih bulan Oktober, delapan bulan sebelumnya kita sudah mulai membahas karena kita serius sekali ingin jadikan MotoGP ini benar-benar event yang berkelas, event internasional. Bukan hanya sukses secara kuantitas (jumlah penonton) tapi juga sukses secara kualitas," ucap Iqbal.
3. Jadwal MotoGP Mandalika 2026 bersamaan dengan Formula 1 di Singapura

Sementara, Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan bahwa pelaksanaan event-event di Mandalika merupakan katalisator untuk pengembangan destinasi. Dengan adanya event internasional seperti MotoGP, maka akan mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara.
Selain itu, gelaran event juga mendatangkan investor. Dia menjelaskan bahwa pelaksanaan berbagai event-event internasional menjadi pemantik untuk mendatangkan investasi dan kunjungan wisatawan.
Pada tahun ini, kata Maya, gelaran MotoGP Mandalika bersamaan dengan balap Formula I di Singapura. Meskipun MotoGP seri Indonesia dan Formula 1 Singapura digelar pada waktu bersamaan, dia tetap optimistis MotoGP Mandalika menarik kunjungan wisatawan untuk menyaksikan aksi para pembalap dunia di Sirkuit Mandalika.
"Jadi bagaimana kita juga harus bertahan bahwa ini suatu event yang baik untuk NTB. Pastinya, Pemprov dan stakeholder sangat mendukung, dan kami sebagai penyelenggara juga berkomitmen untuk mendukung lebih demi Pemda NTB dan fesyen branding secara keseluruhan," kata dia.
Dia mengatakan Sirkuit Mandalika bukan saja sebagai tempat menggelar event MotoGP. Tetapi Sirkuit Mandalika juga akan menjadi lokasi gelaran event lari maraton Pocari Run Lombok 2026 pada Juni mendatang. Maya mengatakan bahwa Pocari Run Lombok 2026 akan menjadi event internasional.
"Memang tidak mudah kita butuh waktu untuk menjadikan event ini establish internasional. Nah, ini yang harus bersabar, bersama-sama bekerja, tapi sinergi kami dengan Pemda sangat baik sekali," ungkapnya.

















