Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Taat Aturan, 14 Sekolah di Kota Bima Dinonaktifkan Pemerintah

Tak Taat Aturan, 14 Sekolah di Kota Bima Dinonaktifkan Pemerintah
Foto Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bima, Jainudin SPd (IDN Times/Juliadin)
Share Article

Kota Bima, IDN Times - Sebanyak 14 sekolah tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinonaktifkan pemerintah. Satuan pendidikan ini ditutup karena tidak kunjung melengkapi sejumlah ketentuan hingga 31 Agustus 2022 lalu. 

"14 sekolah ini sudah resmi ditutup sejak 31 Agustus lalu. Sementara peserta didiknya sudah berpencar mencari sekolah terdekat," jelas Kabid Pembinaan Paud dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bima, Jainudin SPd, Jumat (2/9/2022).

1. Tidak singkronisasi Dapodik hingga 3 tahun

Ilustrasi verifikasi data (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
Ilustrasi verifikasi data (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

Manajemen pengelolaan belasan sekolah tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini dipicu karena kurangnya kesadaran mereka tidak singkronisasikan Data Pokok Kependidikan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sekolah pada tiga tahun terkahir.

"Kondisi itu dikarenakan pengelolaannya meninggal dunia dan juga sebagian lain mereka malas perbaharui data siswa dan hal terkait lain di Dapodik. Makanya dinonaktifkan," ungkap dia.

Nama-nama sekolah yang dinonaktifkan ini antara lain, KB Bunda Erni, KB Nurul Aini, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Hamid Wangge, PKBM Al-Suhada, PKBM Al-Gifari, PKBM Barokah, PKBM Bunda Erni, PKBM Oi Seli dan PKBM Tegar. 

"Kemudian TK PGRI Bina Ceria, TK Tolibun Khair, PAUD Anak Soleh, SPS Paud Al-Barokah dan Paud Oi Pompa. Sekolah yang ditutup ini, tidak lagi dapat Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dari kementerian," terang dia.

2. Sudah sering diingatkan

ilustrasi mengobrol (pexels.com/SHVETS production)
ilustrasi mengobrol (pexels.com/SHVETS production)

Jainudin mengaku pihaknya sudah sering kali mengingatkan melalui sosialisasi pada pihak sekolah yang bersangkutan. Pihaknya meminta agar terus memperbaharui data Dapodik, supaya tidak mendapatkan sanksi penutupan seperti yang dikenakan saat ini.

"Sudah sering kita ingatkan, baik secara langsung maupun melalui WhatsApp. Memang merekanya yang malas, padahal itu untuk kebaikan mereka sendiri," ujarnya.

3. Diharapkan jadi pelajaran bagi sekolah lain

Ilustrasi siswa sekolah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi siswa sekolah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Dengan kondisi ini, dia berharap dapat menjadi pelajaran bagi sekolah swasta maupun yang negeri lainnya. Tidak lagi mengikuti jejak yang mereka lakukan, karena dapat berdampak buruk terhadap lembaga pendidikan yang sedang dikelola.

"Semoga dengan kasus ini bisa mendorong yang lain meningkatkan semangat melengkapi administrasi dan juga mutu sekolah," bebernya. 

Karena cukup disayangkan, jika sekolah yang telah dibangun dengan susah payah namun berujung pada penutupan. Akibat dari kurangnya kesadaran dan kelalaian dalam mengelolanya.

Share Article
Curated For You

10 Potret Terbaru Gili Trawangan, Tampak Bersih dan Semakin Indah

02 Sep 2022, 10:02 WIBTravel
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More