Jelang Kunjungan Jokowi ke NTT, PSI Buka Peluang Pemberian Gelar Adat

- PSI NTT menyatakan siap menyambut kunjungan Joko Widodo ke NTT pada Juli 2026 dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat adat jika ingin memberi gelar kehormatan.
- Christian Widodo menegaskan jadwal resmi kunjungan Jokowi masih dibahas, namun PSI NTT telah menyiapkan diri untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan bila jadwal ditetapkan.
- Christian sempat bertemu Jokowi di Solo untuk silaturahmi dan meminta nasihat kepemimpinan, tanpa membahas rencana safari politik ke NTT.
Kupang, IDN Times - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Christian Widodo, menyatakan pihaknya siap menyambut kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026.
Christian mengatakan masyarakat adat memiliki kewenangan penuh apabila ingin memberikan gelar kehormatan kepada Jokowi selama kunjungannya di NTT. Menurut dia, PSI hanya mempersiapkan penyambutan karena Jokowi dinilai memiliki kedekatan dengan partai tersebut.
"Apalagi beliau sudah mengenakan baju berlambang gajah. Artinya beliau sudah total mendukung PSI," ungkap Christian, Selasa (7/7/2026).
1. Bercermin dari penyambutan di Lampung

Christian menegaskan PSI NTT tidak akan mencampuri apabila ada masyarakat adat yang berinisiatif memberikan gelar kehormatan kepada Joko Widodo. Menurut dia, pemberian gelar tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan masyarakat adat dan partainya menghormati setiap proses yang berjalan.
Ia mencontohkan pemberian gelar kehormatan kepada Jokowi di Lampung. Menurut Christian, pengalaman itu menunjukkan penghargaan dari masyarakat merupakan bentuk apresiasi yang lahir dari inisiatif komunitas adat, bukan dorongan dari partai.
"Kalau memang masyarakat mau kasih gelar warga kehormatan dan lain-lain, itu pasti beliau terima. Beliau itu seperti itu, ke mana-mana selalu terbuka dengan siapa pun," ujarnya.
2. Belum ada jadwal resmi

Sebelumnya, Christian mengatakan jadwal kunjungan Joko Widodo ke NTT masih dalam tahap pembahasan. Hingga kini, PSI NTT masih berkoordinasi dengan tim Jokowi untuk menyusun agenda resmi kunjungan tersebut.
Meski begitu, ia memastikan DPW PSI NTT siap mengawal seluruh rangkaian kegiatan Jokowi apabila jadwal telah ditetapkan. Menurutnya, partai telah menyiapkan diri untuk menyambut kedatangan mantan presiden tersebut.
"Intinya jadwal beliau belum pasti. Kita masih komunikasi dengan tim beliau di sana. Nanti kalau ada jadwal pasti maka DPW PSI tentunya jadi yang terdepan mengawal kedatangan Bapak Jokowi. Kalau kesiapan, kita di NTT sudah sangat siap," katanya.
3. Sempat temui Jokowi di Solo

Christian juga menceritakan kunjungannya bersama keluarga ke kediaman Joko Widodo di Solo beberapa waktu lalu. Menurut dia, pertemuan tersebut murni merupakan silaturahmi dan tidak membahas rencana safari politik ke NTT.
"Oh itu, tidak ada bicara soal safari politik," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Christian mengaku meminta masukan dan nasihat kepada Jokowi terkait kepemimpinannya sebagai Wali Kota Kupang. Ia menilai pengalaman Jokowi sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI menjadi bekal yang layak dijadikan pembelajaran.
"Karena beliau punya pengalaman sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI, dan Presiden. Dari dulu kita di PSI terbiasa minta wejangan beliau," ujar dia.



















