Empat Jembatan di Amfoang segera Dibangun usai Dikunjungi Wapres Gibran

- Empat jembatan vital di Amfoang, yaitu Termanu, Kapsali, Bipolo, dan Nunpisa akan segera dibangun setelah menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran dan bagian dari program nasional 5.000 jembatan.
- Pembangunan dilakukan oleh personel TNI bersama masyarakat melalui gotong royong untuk mempercepat akses ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga di wilayah terpencil NTT.
- Kunjungan Gibran ke Amfoang berawal dari laporan mahasiswa tentang buruknya infrastruktur daerah yang menghambat aktivitas masyarakat serta keterbatasan akses jalan dan bahan bakar.
Kupang, IDN Times - Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono meninjau lokasi pembangunan Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali pada Selasa (7/7/2026). Kedua jembatan tersebut telah putus selama hampir tiga tahun, padahal menjadi akses utama bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Pembangunan kedua jembatan itu sebelumnya menjadi perhatian setelah ditinjau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat berkunjung ke Amfoang, Kabupaten Kupang. Peninjauan Danrem turut dihadiri Dandim 1604/Kupang Letkol Arm Didit Prasetyo, Danyon Zikon 13/KE Letkol Czi Hilal, unsur Korem 161/Wira Sakti, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat.
1. Empat jembatan jadi prioritas

Brigjen Hendro mengatakan pembangunan jembatan yang akan dibangun pemerintah ini menyasar Jembatan Termanu, Kapsali, Bipolo, dan Nunpisa. Ia menyebut program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan sekitar 5.000 jembatan di Indonesia ini melalui Satgas Jembatan TNI AD. Kemudian jadi atensi Wapres Gibran dalam kunjungan beberapa waktu lalu.
"Jembatan Termanu dan Kapsali juga telah ditinjau langsung Wakil Presiden RI sehingga percepatan pembangunannya menjadi perhatian pemerintah," kata Hendro.
Jembatan ini merupakan akses yang sangat vital bagi masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
"Ini jadi akses anak-anak menuju sekolah, maupun warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan karena itu pembangunan ini menjadi prioritas," ujarnya.
2. Masyarakat akan terlibat bangun jembatan

Pembangunan jembatan ini akan dikerjakan personel Yonzipur yang didatangkan dari Jakarta dan diperkuat satuan konstruksi TNI di NTT. Pengerjaan ini bila diperlukan akan melibatkan masyarakat.
"Seluruh pekerjaan ini dilaksanakan oleh TNI bersama masyarakat. Sinergi dan gotong royong menjadi kunci agar pembangunan dapat selesai tepat waktu," tegas dia.
Sejauh ini, lanjut dia, Satgas Jembatan TNI AD sendiri sudah menyelesaikan 25 dari 55 jembatan di berbagai wilayah NTT untuk menekan biaya transportasi, memperlancar distribusi hasil pertanian dan peternakan, memudahkan akses kesehatan dan pendidikan.
"Memudahkan anak-anak bersekolah saat musim hujan," kata dia.
3. Mendapat laporan dari mahasiswa

Sebelumnya, Gibran turun ke Amfoang setelah para mahasiswa dan pemuda asal Amfoang menemuinya untuk menyampaikan buruknya infrastruktur di wilayah tersebut.
Mahasiswa pada 21 Mei 2026 malam mencegat Wapres Gibran saat di Bundaran Adipura, Kupang. Mereka menyampaikan kepada Gibran kondisi jalan, jembatan, hingga keterbatasan akses akan BBM sehingga berdampak pada kesulitan aktivitas masyarakat. Esoknya, Gibran berkunjung ke Amfoang pada 22 Mei 2026 usai meninjau tambak garam di Rote Ndao.


















