Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp9,79 Triliun
Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia bertempat di Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Lombok Barat, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan di Indonesia senilai Rp9,79 triliun yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Berdasarkan laporan yang diterima dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, keberadaan lima bendungan tersebut akan meningkatkan produksi padi.

Dengan menggunakan benih yang unggul, bisa menghasilkan 1 juta ton beras. "Lima bendungan yang kita resmikan hari ini adalah investasi negara sekitar Rp9,79 triliun. Menteri Pertanian laporkan ke saya, lima bendungan ini nanti dengan teknologi, dengan benih yang terbaik bisa menghasilkan 1 juta ton beras," kata Prabowo.

1. Bangun belasan bendungan dengan penghematan impor solar

IMG-20260710-WA0026.jpg
Bendungan Meninting, Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari minyak kelapa sawit. Sekarang, 50 persen minyak kelapa sawit dicampur dengan solar atau B50.

Mulai hari ini, kata dia, Indonesia sudah menghentikan impor solar dari luar negeri. Sehingga negara bisa menghemat anggaran sekitar Rp170 triliun. Dengan penghematan sebesar Rp170 triliun, negara bisa membangun belasan bendungan setiap tahun.

"Bayangkan hari ini kita resmikan lima bendungan Rp9,79 triliun. Dari B50 kita akan menghemat Rp170 triliun. Bayangkan berapa bendungan yang bisa kita bangun tiap tahun dengan Rp170 triliun," kata dia.

2. Potensi PLTS Terapung lima bendungan mencapai 345,94 MW

IMG-20260710-WA0032.jpg
Bendungan Meninting, Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut nilai kontrak pembangunan lima bendungan yang diresmikan pada hari ini sebesar Rp9,79 triliun. Proses pembangunan dilakukan sejak 2015 hingga 2025. Keberadaan lima bendungan tersebut ditargetkan untuk menyediakan layanan irigasi seluas 39.540 hektare dengan didukung pembangunan panjang jaringan irigasi sejauh 279,98 km.

​Selain untuk pengairan, lima bendungan yang diresmikan trwebut mampu menyuplai pasokan air baku sebesar 3,6 m³/s sekaligus memberikan fungsi reduksi banjir untuk area seluas 932 hektare. Selain itu, bendungan tersebut juga memiliki potensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) 9,635 MW dari PLTA dan PLTS Terapung sebesar 345,94 MW.

3. Daftar lima bendungan yang diresmikan Prabowa

IMG-20260710-WA0043(1).jpg
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lima bendungan yang diresmikan Prabowo hari ini, tersebar di Provinsi Aceh, Jawa Tengah, Bali dan NTB. Di provinsi Aceh, terdapat dua bendungan yaitu Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, senilai Rp2,96 triliun dengan masa konstruksi sepanjang tahun 2015 - 2024.

​Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 215,94 juta m³, luas genangan 896,39 hektare, dan tinggi bendungan 74 meter. Bendungan ini ​menyediakan air baku sebesar 0,55 m³/s, melayani irigasi seluas 14.695 hektare dengan panjang jaringan irigasi 75,94 km. Selain itu dapat mereduksi banjir seluas 637 hektare serta menghasilkan total energi sebesar 185,62 MW, terdiri dari PLTA 6,34 MW dan PLTS Terapung 179,28 MW.

Kemudian Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, senilai Rp2,483 triliun dengan masa konstruksi dari tahun 2018 - 2024. Kapasitas tampungan bendungan ini adalah 128,65 juta m³ dengan luas genangan 700 hektare dan tinggi 84 meter.

Adapun manfaat bendungan ini, ​menyediakan air baku sebesar 0,90 m³/s, melayani irigasi seluas 12.194 hektare dengan panjang jaringan irigasi 7,39 km. Selain itu, mereduksi banjir seluas 51 hektare, serta menghasilkan total energi sebesar 141,22 MW, terdiri dari potensi PLTA sebesar 1,22 MW dan PLTS Terapung 140 MW.

Selanjutnya, Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, senilai Rp 1,080 triliun dengan masa konstruksi dari tahun 2019 - 2024. Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta m³ dengan luas genangan 50 hektare dan tinggi bendungan 70 meter.

Manfaat bendungan ini yakni menyediakan air baku sebesar 0,15 m³/s, melayani irigasi seluas 1.494 hektare dengan panjang jaringan irigasi sepanjang 47,74 km. Kemudian mereduksi banjir seluas 87 hektare serta menghasilkan total energi sebesar 10,625 MW, terdiri dari PLTA sebesar 0,625 MW dan PLTS Terapung sebesar 10 MW.

Kemudian Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali senilai Rp1,800 triliun dengan masa konstruksi yang berlangsung antara tahun 2018 - 2024. Kapasitas tampungan tercatat sebesar 5,76 juta m³ dengan luas genangan 37,15 hektare dan tinggi bendungan 68 meter.

Bendungan ini bermanfaat untuk menyediakan air baku sebesar 1,75 m³/s, melayani irigasi seluas 9.598 hektare dengan panjang jaringan irigasi mencapai 123,19 km. Kemudian mereduksi banjir seluas 108 hektare serta menghasilkan total energi sebesar 8,08 MW, terdiri dari potensi PLTA sebesar 0,65 MW dan PLTS Terapung 7,43 MW.

Terakhir, Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB, senilai Rp 1,473 triliun dengan masa konstruksi yang berjalan dari tahun 2018 - 2025. Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampungan 9,91 juta m³, luas genangan 46,16 hektare, serta tinggi bendungan 74 meter.

Bendungan ini bermanfaat untuk ​menyediakan air baku sebesar 0,15 m³/s. Kemudian melayani irigasi seluas 1.559 hektare dengan panjang jaringan irigasi sejauh 25,72 km. Selainnitu, mereduksi banjir seluas 59 ha dan menghasilkan total energi sebesar 10,03 MW, terdiri dari potensi PLTA: 0,8 MW dan PLTS Terapung 9,23 MW.

Khusus untuk Bendungan Meninting, kata Dody, telah bisa mengurangi konflik horizontal. Sebelum bendungan ini ada, para petani berebut air ketika musim tanam tiba.

"Dengan adanya bendungan ini yang mampu menampung sampai dengan 10 juta meter kubik per detik dimanfaatkan sepanjang tahun dan sawah yang tadinya merupakan tadah hujan, menjadi sawah yang kita bisa diairi dari bendungan seluas 1.500 hektare dengan jaringan irigasi kurang lebih 26 km," terangnya.

Share Article
Curated For You

Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp259 Miliar di NTB

10 Jul 2026, 07:59 WIBNews
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More