Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemerintah Timor Tengah Utara Sewa Pesawat untuk Penerbangan Perdana

Pemerintah Timor Tengah Utara Sewa Pesawat untuk Penerbangan Perdana
Bupati TTU Falentinus D. Kebo di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Pemerintah TTU menyewa pesawat untuk penerbangan perdana di Bandara Sasi, menghidupkan kembali bandara yang sempat aktif pada era 1970-an.
  • Bandara ini diaktifkan untuk memperkuat akses transportasi udara dan mendukung wilayah perbatasan RI–RDTL, sesuai rekomendasi Kementerian Perhubungan.
  • Landasan pacu sepanjang 700–800 meter disiapkan dengan potensi perluasan hingga 2.200 meter agar dapat menampung pesawat besar seperti Boeing.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Falentinus D. Kebo akan mengaktifkan bandara daerah di Kelurahan Sasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bandara ini direncanakan melayani penerbangan komersial perintis dengan panjang landasan pacu sekitar 700 meter.

Falent mengatakan penerbangan perdana bakal dilakukan di lokasi Lapangan Terbang Sasi dengan pesawat yang disewa oleh Pemerintah TTU. Langkah ini disebut menghidupkan kembali bandara di TTU yang pernah beroperasi pada era 1970-an.

1. Abadikan manifes pertama

Seorang pria mengenakan kemeja bermotif tenun berfoto bersama sekelompok remaja perempuan berbaju biru di sebuah acara di Kupang.
Bupati TTU Falentinus D. Kebo di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pada penerbangan perdana ini Pemda TTU telah menyewa pesawat yang mana disebutnya melalui bekerja sama dengan pengelola yang juga beroperasi di Kupang.

"Sementara kita punya sendiri. Pesawat TTU punya. Kita tidak pakai pesawat dari lain nanti ribet jadi kita sewa pesawat sendiri bekerja sama dengan pihak ketiga," jawab dia saat diwawancarai di Kupang, Jumat (15/5/2026).

Momen bersejarah itu juga akan dicatat dalam monumen khusus. Ia menyebut nama-nama para penumpang pada manifes pendaratan perdana itu akan dicatat dan diletakkan di area bandara daerah ini.

"Jadi akan diabadikan dalam prasasti untuk penumpang pertama dan selamanya akan tertera di bandara itu," tambahnya.

2. Tepat di area perbatasan RI-RDTL

Sejumlah pejabat daerah berdiri di area landasan pacu yang masih berupa tanah saat meninjau lokasi pengembangan bandara di TTU.
Bupati TTU Falentinus D. Kebo tinjau landasan pacu pengembangan bandara. (Dok Prokopim TTU)

Aktifnya bandara daerah ini, kata dia, guna menjawab keterbatasan akses transportasi udara. Saat ini bandara terdekat ada di Kabupaten Belu yang melayani penerbangan tiga kali dalam seminggu. Selain itu juga operasional ini telah mengantongi rekomendasi dari Kementerian Perhubungan

"Sudah sesuai rekomendasi dari kementerian. Jadi kita tidak mau mendahului sebelum rekomendasi dari kementerian selesai, khawatir dicabut kalau ada apa-apa," kata dia lagi.

Kehadiran bandara ini juga untuk menjawab urgensi pembangunan perbatasan ini yang mana TTU yang menjadi area perbatasan Republik Indonesia (RI) - Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Selain untuk posisi yang strategis, keberadaan bandara ini juga untuk menjawab kebutuhan pertahanan.

"Kita dikasih kesempatan karena sebagai wilayah perbatasan yang aksesnya bisa digunakan setiap saat," tandasnya.

3. Perluasan memungkinkan untuk Boeing

Sejumlah pejabat daerah meninjau area landasan pacu bandara dengan latar kendaraan dinas dan langit berawan di Kabupaten TTU.
Bupati TTU Falentinus D. Kebo tinjau landasan pacu pengembangan bandara. (Dok Prokopim TTU)

Untuk saat ini pihaknya telah menyiapkan lahan buat landasan pacu sepanjang 700–800 meter. Nantinya landasan pacu ini bisa mengalami perluasan sehingga memungkinkan bagi kapasitas pacu pesawat jenis boeing. Sementara

"Dan ini bisa dilebarkan, karena kita masih punya ruang ke 2.200 meter lagi sehingga Boeing dan lain sebagainya bisa turun," tambahnya.

Pengerjaan bandara ini akan segera selesai dan direncanakannya sudah dapat digunakan mulai bulan Juni mendatang.

"Bulan depan sudah beroperasi dan sementara kita bangun pagarnya dulu," lanjut Falent.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More