Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Operasional Sejumlah Dapur MBG di NTT Terhenti Akibat Kelangkaan Gas LPG

Operasional Sejumlah Dapur MBG di NTT Terhenti Akibat Kelangkaan Gas LPG
Dapur MBG Kelapa Lima Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
  • Sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis di NTT terhenti sejak awal Mei 2026 akibat kelangkaan gas elpiji 12 kilogram yang menghambat operasional penyediaan makanan bergizi.
  • BGN melaporkan penghentian 20 SPPG di NTT dan NTB serta berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat distribusi elpiji agar dapur MBG bisa kembali beroperasi.
  • Pertamina memprioritaskan pengiriman ratusan tabung elpiji ke wilayah Kefamenanu, Belu, Kupang, dan daerah lain di NTT guna memulihkan layanan MBG secepatnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sejumlah dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berhenti beroperasi. Penghentian operasi ini berlaku sementara hingga dengan kelangkaan LPG khususnya gas elpiji 12 kilogram.

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dadang Hendrayudha, dalam rilisnya Kamis (14/5/2026) menyebut kelangkaan ini berdampak pada penyediaan makanan bergizi di sejumlah daerah sejak awal Mei 2026. Beberapa wilayah seperti Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Kabupaten Belu, hingga Kabupaten Sumba Barat, disebutnya sudah terhenti sejak secara bertahap mulai 8 Mei 2026.

1. Berawal dari Manggarai

IMG_20250722_133510.jpg
Sisa ompreng MBG di SMPN 8 Kota Kupang. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang pertama kali terhenti ialah di wilayah Kabupaten Manggarai pada 8 Mei 2026. Menurutnya, sejumlah SPPG di wilayah tersebut tidak bisa melanjutkan produksi MBG akibat pasokan elpiji menipis.

Dapur MBG sendiri, kata dia, bergantung pada ketersediaan elpiji 12 kilogram untuk memasak kebutuhan harian dalam jumlah besar. Akibatnya, penghentian operasi meluas dan terjadi di wilayah lainnya di NTT. Pada 11 - 12 Mei 2026 dampak serupa dirasakan sejumlah SPPG di daerah lainnya seperti TTU, Kota Kupang, Belu, dan Sumba Barat.

“Kelangkaan gas elpiji 12 kilogram memengaruhi operasional SPPG di lapangan sehingga beberapa layanan belum dapat berjalan normal sampai pasokan kembali tersedia,” katanya.

2. BGN lapor ke Pertamina

images (1).jpeg
Stok tabung gas LPG yang tiba di Kupang. (Dok Pertamina Jatimbalinus)

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan ada 20 SPPG yang terhenti operasionalnya baik di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Nanik secara terpisah mengungkap BGN sudah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat distribusi elpiji ke dapur MBG. Ia mengapresiasi respons cepat Pertamina yang akan menangani persoalan distribusi gas di wilayah NTT dan NTB.

"Setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan,” ujar Nanik.

3. NTT jadi prioritas distribusi

Ilustrasi elpiji 12 kg. IDN Times/Daruwaskita
Ilustrasi elpiji 12 kg. IDN Times/Daruwaskita

Direktur Utama Sub Holding Downstream PT Pertamina (Persero), Mars Ega Legowo Putra, dalam rilisnya memastikan persoalan ini akan segera teratasi. Khusus distribusi elpiji untuk dapur MBG di NTT, kata dia, akan langsung diprioritaskan.

“Hari ini kami prioritaskan ke SPPG. Tadi sudah kontak PIC di NTT, 220 tabung hari ini dikirim ke wilayah Kefamenanu dan Belu, serta 200 tabung untuk SPPG di Kota Kupang dan kabupaten,” kata Ega dalam rilisnya, Jumat (15/5/2026).

Selanjutnya, kebutuhan tabung gas tersebut akan diluaskan lagi ke wilayah lainnya seperti Sumba dan Manggarai. Ia optimistis seluruh layanan MBG secepatnya akan kembali normal.

“Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal,” ujar dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More