Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hingga Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Bayar Klaim Rp259 Miliar di NTB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - BPJS Ketenagakerjaan mencatat pembayaran klaim di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga Juni 2026 mencapai Rp259,05 miliar kepada peserta dan ahli waris. Sementara, sepanjang 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp430,93 miliar untuk 50.006 klaim kepada peserta dan ahli waris.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, mengatakan, besarnya manfaat yang dibayarkan perlu diiringi dengan edukasi dan pendampingan. Supaya mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat terlebih terhadap pertumbuhan perekonomian daerah.

"Kami berharap seluruh penerima manfaat dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, mengelola manfaat secara bijak, serta memanfaatkan pendampingan yang diberikan untuk membangun usaha yang produktif. Keberhasilan perlindungan tidak hanya diukur dari besarnya santunan yang dibayarkan, tetapi juga dari dampak nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja," kata Saiful di Kantor Bank NTB Syariah, Kamis (9/8/2026).

1. Perkuat dampak program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program PEKA

Pemberian santunan jaminan kesehatan dan beasiswa kepada ahli waris di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat dampak program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri setelah menerima manfaat jaminan sosial.

Pihaknya bersama Bank NTB Syariah memberikan pelatihan, pendampingan, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan kepada 52 penerima manfaat yang merupakan ahli waris peserta di Provinsi NTB. Program PEKA merupakan inovasi BPJS Ketenagakerjaan yang dirancang untuk membantu ahli waris membangun kembali kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha produktif.

Melalui program ini, manfaat jaminan sosial diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif jangka pendek. Tetapi juga menjadi modal usaha yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru sehingga keluarga peserta dapat bangkit dan mandiri secara ekonomi.

"Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga membantu keluarga peserta agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi," ujar Saiful.

2. Memiliki peluang mendapatkan penghasilan berkelanjutan

Pelatihan program PEKA BPJS Ketenagakerjaan di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut Saiful, PEKA merupakan implementasi dari semangat value beyond protection. Dimana, BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika risiko terjadi melalui pembayaran manfaat jaminan sosial, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar kembali berdaya dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan.

"Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga para penerima manfaat memperoleh keterampilan, mampu mengembangkan usaha produktif, serta memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan," ujarnya.

3. Bank NTB Syariah siapkan akses permodalan

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Dia menjelaskan bahwa Bank NTB Syariah juga menyiapkan akses permodalan melalui berbagai produk pembiayaan yang dapat mereka manfaatkan.

"Tadi juga sudah kami serahkan bantuan melalui Program Tunas, nilainya sekitar Rp10 juta dan sudah berjalan sekitar satu bulan. Ke depan mungkin akan ada skema yang lebih mikro lagi. Yang paling penting, UMKM yang kami dampingi harus benar-benar menjadi produktif," kata Nazaruddin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article