Pemilihan BEM di Unram Ricuh, Mahasiswa Baku Hantam Gegara KTM

Satu mahasiswa alami luka-luka di bagian kepala

Mataram, IDN Times - Dua kelompok mahasiswa adu jotos saat proses pemungutan suara pada pemilu raya mahasiswa (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Universitas Mataram (Unram) Nusa Tenggara Barat (NTB).

Peristiwa itu terjadi diduga karena ada salah paham saat proses pemungutan suara antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram, Kamis (24/2/2020) pukul 14.30 Wita. 

1. Diduga ada mahasiswa yang keberatan

Pemilihan BEM di Unram Ricuh, Mahasiswa Baku Hantam Gegara KTMMahasiswa ricuh saat pemilihan BEM di Unram/dok. Screenshot video

Menurut saksi mata dari salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum Unram Panji mengatakan, awal mula insiden baku hantam dua kelompok mahasiswa itu karena diduga terjadi salah paham.

Panji mengaku, kelompok pendukung salah satu calon ketua BEM menyoalkan teknis selama proses pemungutan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram.

"Awalnya terjadi adu mulut. Tapi malah situasinya makin panas akhirnya ribut," ujar Panji.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Produksi Kedelai 80 Ribu Ton di NTB

2. Terjadi baku hantam

Menurut Panji, setelah adu mulut dan saling dorong, salah satu dari kelompok mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas didorong dan dipukul oleh mahasiswa dari Fakultas lain.

"Tiba-tiba terjadi baku hantam. Banyak mahasiswa teriak dan saling kejar," kata Panji.

Dari keterangan Panji, salah satu mahasiswa menyoal metode adanya teknis pengumpulan kartu tanda mahasiswa (KTM) yang menumpuk di meja pemungutan suara.

Mahasiswa dari Fakultas Hukum lain kata Panji meminta agar KTM tidak dikumpulkan di TPS dan diserahkan satu per satu kepada pemilih.

"Tiba-tiba mereka ribut. Ada yang dibanting dan dipukul. Lesung pipinya berdarah, dan kena injak," katanya.

Satu korban pemukulan mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram Yusril Aspahani mengaku alami luka-luka di bagian wajah dan tangan. 

Yusril menyebutkan aksi pemukulan itu terjadi ketika dia mencoba meleraikan mahasiswa yang mencoba membuat ricuh saat proses pemungutan suara di Fakultas Ekonomi Unram.

Awalnya kata Yusril, dia hanya meminta kepada panitia pengumpulan KTM di lokasi pemungutan suara untuk memudahkan proses pencoblosan.

"KTM itu dikumpulkan karena kita tidak ingin mahasiswa itu menunggu waktu pemungutan suara. Makanya kita kumpulkan KTM agar memudahkan mahasiswa yang milih," katanya.

Yusril pun dipukul di bagian pipi, tangan dan kepalanya. Ia pun mengalami luka di bagian tangan serta kakinya.

3. Pihak Unram kecam kericuhan mahasiswa

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unram Prof Dr Ir Enny Yuliani mengatakan, seharusnya insiden tersebut tidak terjadi di lingkungan kampus.

"Sangat disayangkan," ujar Enny. 

Ia berpesan agar proses demokrasi di kampus harus berjalan sesuai dengan etika yang baik. "Tak boleh ada tindakan anarkis seperti itu," cetusnya.

Eny juga mengaku agar proses pemilihan Ketua BEM 2022 semestinya diselesaikan dengan cara-cara yang demokratis tidak anarkis. 

Pemilihan calon Ketua BEM Universitas Mataram 2022 berjumlah tiga calon. Antara lain: calon pertama dari Koalisi Kolaborasi 1 Garuda Sulaiman Perawira dan Lalu M Khudari Kusuma.

Calon kedua dari Koalisi Unram Unity Yudistira dan M Isnaini Humaidi.

Calon nomor tiga diisi dari Poros Kebhinekaan Muhammad Triyan Hidayat dan Desak Komang Windi Purandari.

Baca Juga: Ironi, KTP dan KK Pasien Gakin Ini Ditahan RSUP NTB

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya