Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Undana Kupang Tunggu Pembahasan Resmi untuk Terlibat pada Program MBG
Rektor Undana Kupang Jefri Bale. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Universitas Nusa Cendana Kupang masih menunggu pembahasan resmi terkait izin keterlibatan dalam program Makanan Bergizi Gratis dari Badan Gizi Nasional.
  • Keterlibatan Undana difokuskan pada pengembangan teaching factory sebagai model dapur produksi makanan bergizi berbasis riset untuk mendukung program prioritas nasional.
  • Undana sebelumnya telah menjadi mitra pemerintah melalui CoE-PPG bersama UNICEF dan Pemprov NTT guna memperkuat penelitian gizi serta menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang masih menunggu pembahasan resmi mengenai izin keterlibatan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional.
  • Who?
    Rektor Undana Jefri Bale, Badan Gizi Nasional, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, serta UNICEF bersama Pemerintah Provinsi NTT.
  • Where?
    Kegiatan dan pembahasan berlangsung di lingkungan Universitas Nusa Cendana Kupang, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Pernyataan disampaikan pada Selasa, 5 Mei 2026, sementara kerja sama CoE-PPG telah berjalan sejak April sebelumnya.
  • Why?
    Pembahasan dilakukan untuk menentukan peran Undana dalam mendukung program nasional MBG melalui penguatan riset dan penerapan model teaching factory di kampus.
  • How?
    Saat ini proses masih menunggu keputusan formal dari pihak terkait setelah adanya komunikasi non formal; rencana melibatkan Undana sebagai mitra riset dan pusat praktik gizi terpadu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kampus Undana di Kupang mau bantu bikin makanan sehat buat anak-anak, tapi mereka masih tunggu izin resmi dulu. Pak Rektor Jefri bilang kampusnya bisa bantu lewat dapur belajar yang namanya teaching factory. Dulu Undana juga kerja bareng UNICEF dan pemerintah buat pusat gizi supaya anak-anak di NTT tumbuh sehat. Sekarang semua masih dibahas dulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunggu pembahasan formal terkait izin keterlibatan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Rektor Undana Kupang, Jefri Bale menyampaikan ini saat diwawancarai terkait izin bagi kampus dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk terlibat dalam program MBG. Namun dalam pembahasan secara non-formal, kata dia, keterlibatan kampus akan lebih kepada teaching factory (TeFa) di kampus.

Sebelumnya, UNICEF bersama Pemerintah Provinsi NTT juga menggandeng Undana dengan mendirikan Pusat Unggulan (Center of Excellence) Pangan atau Gizi atau CoE-PPG sejak April lalu. Dengan kerja sama itu, Undana juga diharapkan menjadi motor pendukung MBG di NTT.

1. Peran penguatan riset

Rektor Undana Kupang Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Menurut Jefri, dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sendiri menyebut keterlibatan kampus lebih khusus pada TeFa MBG, terutamanya terkait riset. TeFa MBG sendiri adalah model dapur produksi makanan bergizi yang diintegrasikan ke dalam lingkungan seperti perguruan tinggi.

"Yang disampaikan Pak Menteri kalau yang saya lihat di media itu kita lebih kepada teaching factory. Jadi kalau kampus itu diberikan kesempatan, memang penguatannya lebih kepada penerapan-penerapan riset untuk mendukung program prioritas nasional seperti MBG," jelas dia saat diwawancarai Selasa (5/5/2026).

2. Perlu pembahasan formal

Dapur MBG Kelapa Lima Kota Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula

Ia menyebut bila nantinya berjalan maka TeFa MBG Undana bisa menjadi contoh atau model dalam penerapan MBG lebih baik lagi di wilayah NTT.

"Sehingga modelnya itu bisa menjadi contoh bagi pengelolaan dapur MBG yang ada di Indonesia dan terlebih khusus di Nusa Tenggara Timur," kata dia lagi.

Terkait penerapan lebih lanjut, kata dia, masih memerlukan pembahasan resmi namun sebelumnya telah disampaikan secara non formal agar dipertimbangkan pasca terlibatnya Unhas Makassar.

"Secara formal belum ada tapi ini kan kemudian sudah disampaikan untuk dipikirkan sehingga kemarin teman-teman dari Unhas sudah di-launching kalau tidak salah. Jadi untuk Undana terlibat sebagai mitra atau seperti apa, kita tunggu," lanjut dia.

3. Izin dari BGN

Menu MBG di SMP 8 Kota Kupang yang tak jadi disantap oleh para siswa usai keracunan. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Sebelumnya Undana resmi menjadi mitra pemerintah sebagai CoE-PPG yang berperan dalam penelitian medis dan gizi, edukasi masyarakat, hingga menjadi laboratorium pengujian. Kerjasama ini diharapkan menekan angka stunting secara signifikan melalui intervensi gizi yang lebih presisi.

Kemudian Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, juga menegaskan izin bagi perguruan tinggi dalam mendukung program MBG. Kampus didorong untuk membangun dan mengelola SPPG secara mandiri, sekaligus menjadikannya sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik.

"Saya kira kampus perlu memahami ini, karena ini peluang besar. Minimal punya satu SPPG dulu, dan kalau bisa pasokannya berasal dari civitas akademika sendiri,” ujar Dadan pada Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) April lalu.

Editorial Team