NTB Ajukan Anggaran Rp700 Miliar untuk PON 2028

- Pemprov NTB mengajukan anggaran Rp700 miliar ke pemerintah pusat untuk mendukung penyelenggaraan PON 2028 yang akan digelar bersama NTT dan Jakarta.
- Selain dana dari APBN, Pemprov NTB juga menyiapkan alokasi anggaran melalui APBD mulai 2026 hingga 2028, termasuk dukungan dari kabupaten dan kota tuan rumah cabang olahraga.
- NTT sudah mulai mencicil anggaran persiapan PON 2028, sementara NTB berencana memperbaiki sejumlah venue seperti GOR 17 Desember Mataram agar siap menjadi lokasi utama pertandingan.
Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) mengajukan anggaran ke pemerintah pusat untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Anggaran sebesar itu diajukan dalam dua tahap masing-masing Rp350 miliar.
Provinsi NTB dan NTB resmi ditetapkan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi tuan rumah PON 2028 bersama Jakarta pada Selasa (23/6/2026). Menpora Erick Thohir langsung menyerahkan SK Penetapan Tuan Rumah PON kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
"Kita sudah usulkan di Musrenbang dua tahap masing-masing Rp350 miliar. Ada Rp700 miliar kita harapkan (anggaran) dari pemerintah pusat," sebut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Baiq Nelly Yuniarti dikonfirmasi di Mataram, Rabu (24/6/2026).
1. Harapkan perlakuan sama seperti PON Aceh-Sumut

Berkaca dari pelaksanaan PON Aceh-Sumut 2024, masing-masing Pemda mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp700 miliar. Sehingga, Pemprov NTB juga mengajukan anggaran sebesar Rp700 miliar ke pemerintah pusat.
Anggaran sebesar itu akan dipergunakan untuk memperbaiki sarana prasarana yang menjadi venue PON 2028 agar lebih representatif. "Kita berharap perlakuan di Aceh dan Sumut itu sama dengan di NTB dan NTT. Semangat pusat jangan berbeda pada saat pelaksanaan PON Aceh-Sumut dan PON NTB dan NTT," harapnya.
2. Pemprov NTB juga siapkan anggaran lewat APBD

Selain dukungan anggaran dari APBN, Pemprov NTB juga akan mengalokasikan dana lewat APBD. Anggaran persiapan PON 2028 akan mulai dialokasikan pada APBD Perubahan 2026 hingga 2028. Pemda kabupaten/kota yang menjadi lokasi venue pertandingan dan perlombaan cabang olahraga (cabor) juga akan mengalokasikan anggaran lewat APBD masing-masing.
"Kalau kita pasti siap dan harus siap. Kita harus yakin mampu untuk melaksanakan PON 2028. Bagaimana dengan anggaran di tengah keterbatasan fiskal? Pasti kita akan berpikir bagaimana cara dan solusinya," kata dia.
3. NTT mulai mencicil anggaran PON 2028

Nelly mengungkapkan bahwa provinsi tetangga NTT juga sudah mulai mencicil anggaran untuk persiapan PON 2028. Sehingga, Pemprov NTB juga mulai mencicil anggaran pada APBD Perubahan 2026.
Namun, dia belum menyebutkan estimasi anggaran yang akan dialokasikan Pemprov NTB lewat APBD. Pembahasan detail mengenai kebutuhan anggaran ini akan dibahas dalam waktu dekat. Namun, dia menyebutkan sekitar 30 cabor yang akan dilaksanakan di NTB.
"Beberapa sarana kita sudah mumpuni, hanya saja kita ingin ada pemeliharaan sedikit. Apalagi kita ingin ini penyelenggaraan PON 2028 menjadi yang terbaik. Anggaran itu tidak hanya berbicara venue saja, kita juga bicara soal operasional yang lainnya," jelasnya.
Salah satu venue yang akan diperbaiki adalah Gelanggang Olahraga (GOR) 17 Desember Kota Mataram. Sebagai venue utama, GOR tersebut diusulkan penanganan perbaikannya oleh pemerintah pusat menjelang PON 2028.
"Selain pemerintah yang harus siap, masyarakat juga harus menyiapkan diri, UMKM harus menyiapkan diri. Karena sekian ribu orang datang ke NTB, UMKM harus menyiapkan diri dari sekarang, pegiat pariwisata juga menyiapkan diri. Karena kita ingin PON ini bukan hanya soal olahraga tetapi segala hal tentang NTB," tandasnya.


















