Konservasi Bambu Bikin Lembah Datu Jadi Wisata Hits di Lombok

Lombok Tengah, IDN Times – Berawal dari keprihatinan terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang galian C, sekelompok pemuda di Dusun Gelogor, Desa Pempek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah berhasil melakukan aksi penyelamatan lingkungan. Mereka menyulap kawasan yang sempat terancam aktivitas pertambangan galian C menjadi destinasi wisata hits bernama Lembah Datu, yang kini mulai memikat ratusan wisatawan setiap bulannya.
Inisiasi itu digerakkan Kepala Dusun Gelogor Desa Pempek, Rohim. Sebelum dipercaya menjabat sebagai kepala dusun, Rohim memimpin organisasi remaja setempat. Dia merangkul para pemuda untuk membendung perluasan wilayah tambang galian C yang kian masif mengikis keasrian desa sejak bertahun-tahun lalu.
1. Restorasi lingkungan dengan konservasi bambu

Selain membendung perluasan izin tambang galian C, para pemuda fokus pada pemulihan ekosistem, khususnya mengembalikan kelestarian tanaman bambu yang sempat tergerus zaman. Bambu dipilih karena memiliki akar kuat yang mampu mengikat air dan mencegah abrasi. Penanaman masif pun digalakkan di sepanjang bantaran sungai setempat.
Hasilnya, kini mulai dirasakan langsung oleh warga sekitar. Krisis air bersih yang sempat mengancam kini berhasil teratasi. Menariknya, jenis bambu yang diprioritaskan oleh para pemuda adalah Bambu Tabah, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan keunikan dibanding jenis bambu galah.
Potensi hutan bambu ini kemudian dikemas menjadi paket wisata edukasi, di mana wisatawan diajak menanam langsung dan mengenali berbagai jenis bambu langka di kawasan tersebut. Ke depannya, warga berharap mendapatkan pembinaan lebih lanjut agar bisa mengolah bambu menjadi produk kerajinan tangan bernilai jual.
Aktivitas pertambangan galian C di Desa Pemepek telah berlangsung sejak tahun 2010. Upaya warga dalam membendung tambang galian C diakui penuh dengan tantangan. Konflik fisik maupun sosial dengan para pengusaha tambang sempat pecah beberapa kali, namun operasional tambang di beberapa dusun tetangga masih terus berjalan sampai hari ini.
Untuk melindungi wilayahnya mengalami kerusakan yang parah akibat tambang galian C, Dusun Gelogor mengambil langkah ekstrem melalui pemberlakuan hukum adat yang tegas.
"Untuk wilayah saya ini, kami punya awik-awik di dusun. Kalau ada warga yang menjual tanahnya untuk galian C, dia harus keluar dari warga sini. Khusus untuk warga Dusun Gelogor. Jadi, siapa saja yang menjual tanah untuk galian C boleh, tapi syaratnya keluar dari wilayah kami," kata Rohim, Jumat (26/6/2026).
Langkah protektif ini terbukti efektif mengamankan lahan seluas kurang lebih 50 are yang kini disulap menjadi destinasi wisata Lembah Datu. Objek wisata ini dikembangkan sepenuhnya dengan konsep berbasis masyarakat. Di mana seluruh pengelolaan dilakukan dari, oleh, dan untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Setelah merangkak secara mandiri sejak tahun 2020 dengan segala keterbatasan meyakinkan masyarakat, perjuangan para pemuda Gelogor mulai membuahkan hasil manis. Dukungan masyarakat kini mengalir. Mulai tahun ini, pengembangan destinasi wisata Lembah Datu mendapatkan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia sebagai ibu asuh.
2. Tawarkan camping ground dan soft trekking dengan pemandangan Gunung Rinjani

Rohim mengatakan, saat ini destinasi wisata Lembah Datu menawarkan konsep utama berupa camping ground dan paket soft trekking dengan latar pemandangan megah Gunung Rinjani. Wisatawan disuguhkan panorama matahari terbit (sunrise) yang memukau di pagi hari, serta matahari terbenam (sunset) pada sore hari.
Kondisi alam di Lembah Datu juga menyajikan keunikan yang berubah sepanjang musim. Pada bulan November hingga Desember atau musim hujan, fenomena pelangi seringkali menghiasi langit sore. Sementara pada bulan Juni hingga Juli seperti saat ini, kawasan akan diselimuti kabut tebal berudara dingin dengan pemandangan sunrise yang sangat bersih.
Dia mengungkapkan, antusiasme pengunjung cukup tinggi, di mana dalam satu bulan kunjungan wisatawan berkisar antara 300 hingga 400 orang. Kendati demikian, Rohim mengakui infrastruktur masih menjadi kendala utama karena akses jalan menuju lokasi destinasi sejauh ini masih berupa tanah dan belum diaspal.
Untuk tarif camping di Lembah Datu, pengelola telah mematok harga mulai Rp15 ribu sampai Rp370 ribu. Untuk paket mandiri dengan membawa alat camping sendiri, tarifnya Rp15 ribu per orang sudah termasuk tiket masuk, akses toilet, air bersih, dan jaringan listrik.
Kemudian untuk paket 2 orang sebesar Rp230 ribu, paket 3 orang Rp270 ribu dan paket 4 orang sebesar Rp370 ribu. Semua pilihan paket ini sudah mencakup fasilitas sewa tenda, matras, bantal, selimut, sarapan pagi, akses WiFi, dan api unggun.
Rohim menjelaskan nama Lembah Datu dipilih berdasarkan penuturan masyarakat dan sejarah masa lalu. Menurut cerita turun-temurun, wilayah hilir kaki Gunung Rinjani ini dulunya merupakan jalur perlintasan kuno para raja atau datu dalam bahasa suku Sasak Lombok ketika hendak melakukan ritual berkhalwat atau bertapa mencari petunjuk spiritual ke Gunung Rinjani.
Hingga kini, sisa peninggalan sejarah kuno tersebut masih terjaga kelestariannya di area bawah lembah. Terdapat sembilan titik situs peninggalan serta lokasi pertapaan asli, yang meliputi Pondok Datu, Jurang Datu, dan Lingkok (Sumur) Datu. Aliran air murni dari Lembah Datu ini mengalir melalui Sungai Sedau yang terhubung langsung dengan destinasi wisata alam populer lainnya, Gunung Jae Lombok Barat.
3. Tanam puluhan ribu pohon bambu

Program konservasi bambu berkelanjutan di wilayah utara Lombok Tengah itu mendapatkan dukungan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. Program yang dijalankan sejak 2012 bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) ini telah menanam sebanyak 115.400 bambu di berbagai wilayah Indonesia, mencakup Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Salah satu fokus pengembangan program berada di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Rarung, Desa Pemepek, Lombok Tengah, NTB. Sejak 2018, lebih dari 39.000 bambu telah ditanam di kawasan ini. Memasuki 2025, program ditingkatkan melalui pendekatan terintegrasi yang menggabungkan konservasi dengan pengembangan ekonomi lokal dengan kegiatan seperti penanaman tanaman produktif dan penguatan Desa Pemepek menjadi sebuah Desa Eko Eduwisata
Pada Jumat (26/6/2026), CIMB Niaga bersama KEHATI melakukan kunjungan lapangan dan dialog dengan para pemangku kepentingan lokal, antara lain dengan pengelola hutan, pemerintah desa, koperasi, kelompok wanita tani (KWT), serta kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan berkelanjutan sekaligus penjajakan peluang pengembangan program yang lebih luas.
Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyatakan, program konservasi bambu dan pengembangan eko-eduwisata merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan perseroan serta implementasi dari purpose Advancing Customers & Society.
“Program ini mencerminkan komitmen kami dalam mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan khususnya Pilar Iklim dan Lingkungan, sekaligus menciptakan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat," kata Fransiska.
Melalui kolaborasi dengan KEHATI dan pemangku kepentingan lokal, pihaknya mendorong terciptanya ekosistem yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan. Tetapi juga memberikan nilai tambah bagi aspek sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya meninjau langsung sejumlah titik pengembangan program di wilayah Desa Pemepek, yaitu Sedau Barat, KHDTK Rarung, dan Lembah Datu.
Program juga terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas masyarakat, termasuk pelatihan, pendampingan, serta pengembangan produk dan aktivitas berbasis potensi lokal. "Kami memastikan bahwa program ini memberikan manfaat jangka panjang, di mana masyarakat tidak hanya terlibat, tetapi juga memiliki kapasitas untuk mengelola dan mengembangkan potensi yang ada secara mandiri,” tambah Fransiska.
Melalui pendekatan ini, Fransiska menjelaskan bahwa pihaknya menempatkan konservasi bambu sebagai bagian dari strategi keberlanjutan yang terintegrasi, yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif. Ke depan, pihaknya akan secara konsisten untuk memperluas inisiatif sustainability yang terukur dan berdampak, sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan pesat.


















