Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dana Desa Dipangkas, Warga Pelosok Lobar Terpaksa Gotong Jenazah

Dana Desa Dipangkas, Warga Pelosok Lobar Terpaksa Gotong Jenazah
Jalan setapak menuju Dusun Malaka Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • Pemangkasan dana desa membuat Desa Mekarsari tak mampu memperbaiki jalan utama, hingga warga harus menggotong jenazah karena ambulans tak bisa masuk.
  • Sekitar 134 dari 1.670 KK di Mekarsari tergolong miskin ekstrem dan mendapat bantuan modal usaha Rp7 juta melalui program Desa Berdaya Transformatif.
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjanjikan perbaikan akses jalan Dusun Malaka serta menyalurkan bantuan Rp1,5 miliar untuk pemberdayaan ekonomi dan rumah tidak layak huni.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Mataram, IDN Times - Imbas pemangkasan dana desa oleh pemerintah pusat mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB). Desa pelosok di Lombok Barat itu tidak bisa melakukan perbaikan akses jalan untuk dapat dilalui kendaraan roda empat.

Akibatnya, jika ada warga yang meninggal di rumah sakit, mereka harus digotong menuju rumahnya karena hanya ada akses jalan setapak yang bisa dilalui sepeda motor. "Sudah dua kali terjadi kejadian yang viral penggotongan jenazah. Setiap ada warga yang meninggal di rumah sakit, kita tandu karena ambulans tidak bisa masuk," ungkap Kepala Desa Mekarsari Faizul Bayani dikonfirmasi disela-sela peninjauan Program Desa Berdaya oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Kamis (25/6/2026).

1. Warga pelosok belum tersentuh program MBG

Seorang pria mengenakan batik hitam dan peci hitam berbicara menggunakan mikrofon di samping dua pria lain dalam acara luar ruangan.
Kepala Desa Mekarsari Faizul Bayani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain itu, warga pelosok dan siswa SDN 4 Mekarsari hingga saat ini belum tersentuh program makan bergizi gratis (MBG) akibat akses jalan yang buruk. Padahal, program tersebut sudah dimulai sejak awal tahun lalu.

Faizul menyebutkan akses jalan utama masyarakat yang belum dilebarkan dan diperbaiki sekitar 2 km. Sebenarnya, kata dia, hampur 13 titik jalan yang diperbaiki lewat dana desa dan lintas sektor. Namun, sejak adanya pemangkasan dana desa tahun ini, Pemdes Mekarsari tidak bisa lagi melakukan perbaikan akses jalan.

"Dengan adanya pemangkasan dana desa, hampir tak ada perbaikan jalan, pembangunan fisik tak bisa kita jalankan," kata dia.

2. Ratusan KK masuk kategori miskin ekstrem

Beberapa orang duduk dan berbincang di depan gubuk bambu beratap seng di Desa Mekarsari yang tampak sederhana dan dikelilingi warga.
Warga Desa Mekarsari kategori miskin ekstrem yang tinggal digubuk reot. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Faizul menyebutkan, jumlah warga Desa Mekarsari sebanyak 1.670 kepala keluarga (KK) yang tersebar di enam dusun. Dari jumlah warga itu, sebanyak 134 KK masuk kategori miskin ekstrem.

Ratusan KK yang masuk miskin ekstrem ditangani melalui program Desa Berdaya Transformatif oleh Pemprov NTB pada 2026. Masing-masing KK mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp7 juta untuk beternak ayam atau bebek.

Faizul mengatakan akses jalan utama bagi masyarakat setempat cukup mendesak untuk ditangani. Karena berkaitan dengan kemudahan masyarakat untuk menjual hasil perkebunan ke pasar dan mobilitas warga.

"Kalau terkait kesehatan kita back up betul, setiap dusun ada posyandu, tim kesehatan selalu turun. Bahkan dari semua puskemas yang ada di Lombok Barat pernah turun ke sini dua kali," tuturnya.

3. Gubernur NTB janji segera perbaiki akses jalan

Seorang perempuan berdiri di depan rumah panggung sederhana dan tempat MCK beratap rumbia di Desa Mekarsari, Lombok Barat.
Kondisi rumah dan tempat MCK warga miskin ekstrem di Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan Desa Mekarsari mendapatkan bantuan untuk program Desa Berdaya Transformatif sebesar Rp1,5 miliar. Bantuan tersebut dalam bentuk modal usaha dan perbaikan rumah tidak layak huni warga yang miskin ekstrem.

Di luar bantuan itu, Iqbal berjanji akan memperbaiki akses jalan utama menuju Dusun Malaka, Desa Mekarsari. "Dalam kunjungan seperti ini, kita tahu kondisi sebenarnya. Sehingga ada saja tambahan program yang harus kita intervensi untuk memastikan seluruh ekosistem pemberdayaan ekonomi bisa selesai," kata Iqbal.

Menurutnya, akses jalan Dusun Malaka perlu segera ditangani. Sehingga produk hasil hutan yang dihasilkan warga dapat dijual ke pasar. "Dengan kondisi jalan yang memperhatikan, saya dengar sudah banyak kasus meninggal dunia di jalan ini. Kita carikan sumber lain untuk perbaikan jalan ini," kata dia.

Jika akses jalan diperbaiki, maka dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Kemudian siswa juga bisa mendapatkan program MBG. "Kalau perbaikan jalan ini selesai, penyaluran MBG bisa naik ke Dusun Malaka yang sampai saat ini siswa belum mendapatkan MBG," tandas Iqbal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irwan Idris
EditorIrwan Idris

Latest News NTB

See More