Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Perputaran Ekonomi Capai Rp440 M, Gubernur NTT Minta MBG Berdampak Nyata

Perputaran Ekonomi Capai Rp440 M, Gubernur NTT Minta MBG Berdampak Nyata
Gubernur NTT Melki Laka Lena respons soal kisruh koperasi di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak

  • Gubernur NTT Melki Laka Lena menekankan evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis agar benar-benar berdampak pada penurunan stunting dan peningkatan ekonomi masyarakat, bukan sekadar administrasi.
  • Melki mendorong pemanfaatan produk lokal NTT dalam rantai pasok MBG untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memastikan penerima manfaat tepat sasaran, terutama kelompok berisiko stunting.
  • Wali Kota Kupang Christian Widodo menyebut ada 42 dapur MBG aktif dengan nilai ekonomi sekitar Rp9 miliar dan pengawasan rutin dilakukan untuk menjaga kualitas serta efektivitas program.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mempertanyakan sejauh mana Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar berdampak terhadap penurunan angka stunting serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai program nasional tersebut harus bisa menunjukkan hasil nyata, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi masyarakat.

Melki juga menyoroti potensi besar perputaran ekonomi dari program MBG di Kota Kupang yang disebut mencapai sekitar Rp440 miliar dengan target 107 ribu penerima manfaat. Hal itu ia sampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Satuan Tugas Program MBG Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (26/6/2026).

1. Soroti manfaat MBG bagi stunting dan ekonomi

IMG_20250722_133429.jpg
Ilustrasi menu MBG di SMP 8 Kota Kupang. (IDN Times/Putra F. D. Bali Mula)

Melki menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Program MBG agar tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berdampak langsung di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program harus bisa diukur dari dua aspek utama, yaitu perbaikan gizi dan penguatan ekonomi masyarakat.

Dia ingin mengetahui soal bagaimana perbaikan gizi harus bisa terlihat dari penerapan program. Kedua, soal pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi petani, peternak, serta masyarakat yang menjadi bagian dari rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dipetakan agar manfaat Program MBG benar-benar maksimal, baik dalam meningkatkan status gizi masyarakat maupun memberikan dampak ekonomi yang luas," kata Melki.

2. Gubernur dorong pemanfaatan produk lokal NTT

Gubernur NTT memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi Satuan Tugas MBG Kota Kupang di sebuah aula dengan peserta yang hadir.
Gubernur NTT dalam pembukaan rapat koordinasi dengan Satgas MBG Kota Kupang. (Dok Biro Administrasi Pimpinan NTT)

Melki, pada saat yang sama, menekankan pentingnya keterlibatan produk-produk lokal NTT dalam rantai pasok program MBG, sehingga ikut menggerakkan perekonomian daerah. Dia juga berharap juga SPPG di Kota Kupang dapat melibatkan petani, peternak, pelaku UMKM sebagai bagian utama penyedia bahan bangan program itu.

Ia juga menyinggung soal perbaikan dalam sistem pelayanan MBG agar bisa berjalan maksimal dan penerima manfaat benar-benar tepat sasaran. "Terutama bagi mereka kelompok yang berisiko mengalami stunting," lanjut dia.

3. Wali Kota urai penerapan dan pengawasan MBG di Kupang

Wali Kota Kupang berbicara di podium saat membuka rapat koordinasi bersama Satgas MBG Kota Kupang di sebuah ruangan resmi.
Wali Kota Kupang dalam pembukaan rapat koordinasi dengan Satgas MBG Kota Kupang. (Dok Biro Administrasi Pimpinan NTT)

Wali Kota Kupang Christian Widodo pada saat yang sama menyatakan di wilayahnya saat ini ada 42 SPPG atau dapur MBG yang aktif beroperasi. Nilai ekonomi dari aktivitas tersebut disebut telah mencapai sekitar Rp9 miliar.

Pemerintah Kota Kupang, lanjut Christian, bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program, mulai dari sanitasi dapur, keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah lewat Satgas MBG yang sebelumnya telah dibentuk.

"Ini tentunya dengan tugas melakukan pemantauan rutin setiap bulan," katanya.

Ia berharap penerima manfaat MBG semakin luas, terutama di Posyandu dan PAUD, sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.

Share Article
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News NTB

See More