Sekolah Dasar yang dibangun dari sampah plastik di Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Block Solutions membangun pabrik bata dari limbah plastik di kawasan Science and Technology Industrial Park (STIP) Banyumulek Kantor BRIDA NTB. Kehadiran pabrik bata ini akan mampu mengurangi sampah plastik sebanyak 2 - 4 ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB, Firmansyah mengatakan pembangunan pabrik bata dari limbah plastik itu diharapkan dapat menjadi kado pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2023. Firmansyah menambahkan, investor itu juga sedang melakukan uji coba pembuatan bata dari komposisi bahan lainnya seperti sampah ban, serbuk kayu, jerami padi dan serabut kelapa.
Kapasitas pabrik bata plastik yang dibangun sebesar 2 - 4 ton per hari. Untuk memenuhi bahan baku pabrik bata plastik tersebut, Block Solutions telah memiliki mitra yaitu Classroom of Hope Indonesia. Mereka nantinya bekerja sama dengan bank sampah yang ada di NTB untuk penyiapan bahan baku sampah plastik.
Produksi sampah plastik sekitar 10 - 12 persen dari jumlah timbulan sampah di NTB setiap hari. Proyeksi timbulan sampah di NTB sekitar 3.000 ton per hari. Sehingga, jumlah sampah plastik sekitar 300 ton per hari.
Saat ini pengurangan sampah di NTB telah mencapai 10,92 persen. Sedangkan penanganan sampah telah mencapai 40,99 persen. Artinya, lebih dari 50 persen, sampah di NTB telah terkelola. Namun, pekerjaan rumah (PR) masih cukup besar. Pemprov menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen pada 2023.