Anggota DPRD TTU Veronika Lake Buka Suara soal Perdebatan dengan Dokter Icha

- Anggota DPRD PDIP Veronika Lake membenarkan adanya perdebatan antara dua rekannya dengan dr. Icha di IGD RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.
- Veronika mengaku ikut menanyakan prosedur pelayanan pasien dan sempat mengusulkan pelibatan wartawan untuk transparansi, bukan untuk menyerang pihak rumah sakit.
- Ia menyampaikan permintaan maaf serta belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha, dan menyatakan siap memberi keterangan kepada pihak berwenang terkait peristiwa tersebut.
Kupang, IDN Times - Anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Veronika Lake dari Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P), membenarkan adanya perdebatan antara dua rekannya, Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar dan Norbertus Tubani dari Fraksi PKB, dengan dr. Icha di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026. Ia menyampaikan hal tersebut melalui video yang dibuat untuk menjelaskan kronologi peristiwa yang belakangan menjadi sorotan publik.
Veronika akhirnya buka suara setelah namanya ikut disebut dalam berbagai pemberitaan dan perbincangan di media sosial terkait dugaan intimidasi terhadap Dokter Icha. Dokter Icha kemudian mengalami depresi berat dan ditemukan meninggal dunia pada 26 Juni 2026.
"Pada peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu, nama saya ikut disebut dalam berbagai pemberitaan dan perbincangan di media sosial, karena itu saya merasa perlu menyampaikan kronologis berdasarkan apa yang saya alami dan saya ketahui secara langsung," ujarnya dalam video berdurasi
1. Sebut Kehadiran di RS Leona hanya ikut membesuk pasien

Dalam kronologi yang disampaikannya, Veronika mengatakan pada 13 Juni 2026 ia menumpangi kendaraan Therensius Lazakar dan Norbertus Tubani menuju Rumah Sakit Leona usai menghadiri arisan di Isana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Ia ikut membesuk keponakan Therensius yang menjadi korban patukan ular dan telah dirujuk ke IGD RS Leona Kefamenanu.
"Jadi kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya. Saya ikut bersama rombongan karena kebetulan menumpangi kendaraan mereka," ujarnya.
Veronika menuturkan, Therensius dan Norbertus lebih dulu masuk ke ruang perawatan untuk membesuk pasien. Sementara itu, ia masih berada di depan IGD bersama istri salah satu anggota DPRD tersebut.
2. Veronika mengaku pertanyakan SOP penanganan pasien di IGD

Ia mengakui sempat terjadi perdebatan antara dua anggota DPRD dari Fraksi PKB dan Golkar dengan dr. Icha saat keduanya masuk ke ruang IGD untuk melihat kondisi pasien anak yang merupakan keponakan Therensius. Setelah masuk ke ruang IGD, Veronika mengaku turut mempertanyakan kepada dr. Icha mengenai standar operasional prosedur (SOP) dan penanganan pasien korban patukan ular. Menurutnya, pertanyaan tersebut berkaitan dengan tindak lanjut perawatan serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien.
"Ketika masuk ke dalam ruang IGD saya melihat perdebatan berlangsung antara dua rekan saya dan dokter. Saat masuk saya berjalan menuju pasien dan melihat kondisinya. Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan terhadap pasien, standar pelayanan dan kualitas pelayanan," ujarnya.
Veronika juga mengakui sempat mengusulkan agar wartawan dipanggil ke rumah sakit. Namun, ia menegaskan maksud pernyataan tersebut bukan untuk menyerang atau mengintimidasi dr. Icha maupun tenaga kesehatan lainnya, melainkan agar pelayanan kesehatan mendapat sorotan dan evaluasi dari pihak luar.
"Terkait dengan pernyataan 'panggil wartawan saja' itu saya maksudkan sebagai usulan dalam percakapan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait transparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas kesehatan," jelasnya.
3. Sampaikan permintaan maaf

Veronika mengatakan, tak lama setelah perdebatan terjadi, manajemen Rumah Sakit Leona datang untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur penanganan terhadap pasien. Menurutnya, penjelasan tersebut membuat persoalan yang sempat diperdebatkan dapat diselesaikan di lokasi.
"Selanjutnya dua rekan saya berdiskusi dengan pihak rumah sakit dan saat itu permasalahan itu sudah diselesaikan dengan baik. Dua rekan saya juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak manajemen Rumah Sakit Leona," ujarnya.
Veronika juga menegaskan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan dalam proses yang sedang berjalan. Ia menyatakan menghormati setiap proses hukum maupun penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang.
"Saya bersedia bekerja sama memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berwenang," tukasnya.
Dalam video yang sama, Veronika turut menyampaikan permohonan maaf atas perbuatannya. Ia juga mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya dr. Icha dan mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Melalui video ini, dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr. Icha. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan," katanya.
















