Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dua Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha Diperiksa Polisi

Dua Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Dokter Icha Diperiksa Polisi
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote melayat ke rumah duka dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD NTT. (Dok Polres TTU)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Tiga anggota DPRD TTU, Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake diperiksa polisi terkait dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni di IGD RS Leona Kefamenanu.
  • Sebelum pemeriksaan, ketiga anggota dewan sempat sulit dihubungi hingga akhirnya mendatangi Polres TTU setelah upaya pencarian oleh pihak kepolisian dan dukungan dari Bupati TTU Falentinus Kebo.
  • Paman dr. Icha mengungkapkan perubahan perilaku keponakannya yang menjadi cemas dan takut setelah peristiwa intimidasi, menunjukkan dampak psikologis serius sebelum kejadian tragis menimpanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Kapolres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Eliana Papote, telah memeriksa anggota dewan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDI Perjuangan.

Pemeriksaan ketiganya dilakukan di Mapolres TTU pada Senin (29/6/2026) terkait dengan dugaan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha. Peristiwa itu diduga terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026.

1. Pemeriksaan tiga anggota dewan dan saksi-saksi

Potret dr. Icha dengan seragam medis berwarna merah muda dan stetoskop di leher, dipajang di rumah duka dengan hiasan bunga merah di depannya.
Foto dr. Icha di rumah duka. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Pada Senin siang (29/6/2026), Eliana Papote menginformasikan bahwa ketiga anggota dewan dimaksud sudah berada di Markas Polres TTU untuk menjalani pemeriksaan.

"Mereka sementara diambil keterangan," ujar dia dalam pesan singkatnya.

Ia menegaskan pemeriksaan para anggota dewan dilakukan usai pemeriksaan keterangan terhadap para saksi yang sudah selesai dilakukan. Saksi-saksi merupakan petugas yang piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian, 13 Juni 2026.

"Hasil pemeriksaan para saksi nantinya kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," ujar dia.

2. Sempat tak bisa dihubungi

Seorang pejabat daerah bersama dua pria lainnya menghadiri rumah duka dengan latar belakang papan ucapan belasungkawa dan foto almarhumah.
Bupati TTU Falentinus Kebo melayat ke rumah dr. Icha korban intimidasi anggota DPRD TTU. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Sebelumnya, Bupati TTU Falentinus Kebo mengungkap ketiga oknum DPRD tersebut sempat tak bisa dihubungi hingga dengan Minggu (28/6/2026) untuk dimintai keterangan. Falent mengetahui ini saat melayat ke rumah duka bersama dengan Kapolres TTU.

"Semalam saya sama Ibu Kapolres ke rumah duka. Ibu Kapolres menyampaikan kepada kami bahwa pemeriksaan saksi-saksi sudah dilakukan dan pemanggilan oknum DPRD ini tetapi mereka tidak bisa dihubungi, di luar jangkauan, pihak polres lagi berusaha bagaimana menemukan dan meminta keterangan mereka," ungkap dia.

Ia berharap proses hukum ini dapat berjalan lancar sesuai dengan langkah hukum yang akan diambil oleh keluarga.

"Kami sangat mendukung proses hukum karena saudara Icha ini disekolahkan oleh pemda yang menjadi dokter di daerah," ungkapnya.

3. Dokter Icha depresi dan takut

Seorang pria mengenakan kemeja bermotif bunga sedang berbicara di depan poster bertuliskan ucapan belasungkawa dengan hiasan bunga.
Fabi Banase paman dari dr. Icha memberi keterangan kepada media. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha sempat mengungkapkan ketakutannya terhadap tiga anggota DPRD TTU tersebut. Hal ini diungkapkan oleh paman dari Dokter Icha, Fabianus B. Banase.

Ia menyebut perilaku dr. Icha berubah menjadi sering cemas, malu dan ketakutan sehingga tak ceria sebagaimana sebelumnya.

"Saya stres. Saya mau pulang ke Kefa tapi saya trauma ketemu mereka bertiga. Biar saya saja biar jangan korbankan teman-teman nakes yang lain," ulang Fabi menirukan pengeluhan dr. Icha.

Fabi kemudian menasihatinya agar tidak berpikiran seperti itu dan menyebut pendidikannya lebih tinggi dari orang-orang yang merendahkannya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More