Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Desa Bidik Kupang Jadi Kawasan Desa Produktif Penopang MBG
Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto saat diwawancarai di Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
  • Menteri Desa Yandri Susanto dorong pengembangan desa produktif di Kupang seperti desa petelur, pedaging, dan buah untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis serta peluang ekspor.
  • Program bantuan pengembangan potensi desa di NTT akan mulai disosialisasikan pada 2026 dan direalisasikan tahun 2027 setelah dibahas bersama pemerintah daerah dan DPR.
  • Yandri meninjau langsung beberapa desa wisata dan komoditas unggulan seperti rumput laut di Kupang Barat yang dinilai berpotensi menjadi desa ekspor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal mendorong pengembangan desa produktif di Kabupaten Kupang, NTT, seperti desa petelur, pedaging, buah, dan rumput laut untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis serta potensi ekspor.
  • Who?
    Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Bupati Kupang, serta Wakil Ketua Komisi IV Ahmad Yohan terlibat dalam pembahasan dan sosialisasi program ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk peninjauan beberapa desa wisata dan desa potensial di wilayah tersebut.
  • When?
    Kunjungan kerja dilakukan pada Jumat, 15 Mei 2026. Sosialisasi dimulai tahun 2026 dan pelaksanaan program dijadwalkan mulai tahun 2027.
  • Why?
    Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi ekonomi desa agar mampu mendukung penyediaan makanan bergizi gratis sekaligus meningkatkan kapasitas produksi menuju pasar ekspor.
  • How?
    Pemerintah melalui Kementerian Desa melakukan sosialisasi langsung ke daerah, menyiapkan bantuan pengembangan klaster produktif desa seperti peternakan, pertanian buah-buahan, serta budidaya rumput laut berkualitas tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Menteri Yandri datang ke Kupang. Ia mau bantu desa-desa di sana biar bisa bikin telur, daging, buah, dan rumput laut. Katanya nanti hasilnya bisa buat makanan sehat dan juga dijual ke luar negeri. Ia sudah bicara sama Pak Gubernur dan bupati. Programnya mulai jalan tahun 2027 nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto, mendorong pengembangan potensi desa-desa di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupaten Kupang, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga berorientasi ekspor.

Menurut Yandri, pengembangan desa tidak hanya difokuskan pada sektor pariwisata, tetapi juga melalui pembentukan klaster-klaster produktif seperti desa petelur, desa pedaging, desa rumput laut, hingga desa buah-buahan.

1. Potensi ekspor dan mendukung MBG

Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Hal itu disampaikan Yandri usai melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Jumat (15/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyosialisasikan sejumlah program Kementerian Desa dan PDT kepada masyarakat dan pemerintah daerah.

Ia menilai Kabupaten Kupang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui konsep desa produktif terpadu yang tidak hanya mampu menopang kebutuhan program MBG, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar ekspor.

“Dengan desa petelur, desa pedaging, kemudian untuk ekspor ada desa rumput laut dan desa buah-buahan yang bisa mendukung MBG, lalu kita tingkatkan agar bisa ekspor,” ujar Yandri kepada awak media di Kupang.

Pada kesempatan itu, Yandri mengungkapkan bahwa rencana pengembangan desa produktif di NTT telah dibahas bersama Gubernur NTT, Melki Laka Lena, Bupati Kupang, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ahmad Yohan.

2. Program rencananya akan mulai di 2027

Menteri BUMN, Erick Thohir mengunjungi lapak UMKM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). (dok. Kementerian BUMN)

Ia memastikan Kementerian Desa dan PDT siap memberikan dukungan program dan bantuan untuk mempercepat pengembangan potensi desa-desa di wilayah tersebut.

“Program di Kementerian Desa cukup banyak. Tadi sudah saya bicarakan dengan Pak Gubernur, para bupati, dan Pak Ahmad Yohan agar desa-desa di NTT bisa kita bantu,” katanya.

Yandri menambahkan, program pengembangan potensi desa itu mulai disosialisasikan pada 2026 dan ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap pada 2027.

“Kita mulai sosialisasi tahun 2026 dan tahun 2027 mulai berjalan,” ujarnya.

3. Sempat tinjau desa wisata

Memperkenalkan UMKM NTT(Instagram.com/angelatanoesoedibjo)

Sebelumnya, Yandri bersama rombongan telah meninjau langsung sejumlah desa wisata dan desa alternatif di Kecamatan Kupang Barat sejak Jumat pagi. Sejumlah wilayah dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik di sektor peternakan, pariwisata, maupun komoditas ekspor.

Selain itu, Kementerian Desa dan PDT juga melihat peluang besar dalam pengembangan “desa ekspor”, terutama untuk komoditas rumput laut berkualitas tinggi yang banyak dihasilkan di kawasan Kupang Barat.

Editorial Team