Teriakan Mahasiswa Ini Buat Mentan Perintah Bulog Buka Gudang di Alor

- Mahasiswa Undip Adriano Padama menyampaikan harga beras di pedalaman Alor dapat mencapai Rp25.000-Rp30.000 per kilogram saat krisis dan distribusi terganggu.
- Produksi beras lokal Alor hanya memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan tahunan 24.000-27.000 ton, sementara pasokan laut rentan terhambat cuaca buruk.
- Mentan Amran memerintahkan Bulog segera mengirim beras serta membangun gudang di Alor demi distribusi pangan berkelanjutan dan harga terjangkau.
Kupang, IDN Times - Teriakan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendapat perhatian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia menyampaikan mahalnya beras di daerah asalnya, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional itu sontak viral di jagat maya.
Awalnya Amran menjadi pembicara di hadapan 5.155 saat acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026). Pada saat yang sama Adriano berteriak dari kursi peserta untuk mendapat perhatian sang menteri hingga akhirnya dipanggil ke atas panggung. Semua keluhan mahasiswa itu ditanggapi dengan arahan pembangunan gudang dan distribusi pangan di Alor.
1. Harga beras di pedalaman bisa Rp 30 ribu per kilogram

Ia mengungkap harga beras di wilayah perkotaan Alor berada di kisaran Rp13.000-Rp15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harga normalnya sekitar Rp17.000-Rp18.000 per kilogram yang akan melonjak hingga Rp 30 ribu bila terjadi krisis dan distribusi yang terganggu.
"Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Adriano.
Menurut Adriano produksi beras lokal hanya mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan beras masyarakat Alor yang mencapai sekitar 24.000-27.000 ton per tahun. Di samping itu, distribusi lewat jalur laut ke kabupaten ini dipengaruhi juga oleh iklim atau cuaca buruk yang akan mengerek harga beras.
2. Perintah bangun gudang Bulog di Alor

Amran sendiri usai mendengar dan mencatat laporan Adriano itu langsung mengambil handphonenya dan menelpon Direktur Utama Perum Bulog di hadapan para mahasiswa baru Undip.
Ia memerintahkan Bulog membangun gudang di Alor dan memerintahkan pengiriman beras langsung dilakukan ke Alor saat itu juga.
"Pak Dirut, itu kabupaten Alor bisa bangun satu gudang di sana ya, harga beras di sana cukup tinggi, oke? Kirim utusannya. Kirim beras ke sana dulu. Hari ini ya," kata Amran sambil menelpon sesuai video viral yang beredar.
Amran lalu memastikan kepada Adriano saat itu juga kesulitan masyarakat di Alor tentang harga beras akan jadi atensinya.
"Sudah tadi kepada Dirut tadi, kalau tidak ada gudang di sana kita bangun gudang di sana kemudian hari ini kita kirim beras ke sana," tukasnya.
3. Pastikan akses pangan yang sama di daerah

Amran dalam postingan di akun instagram miliknya memuji keberanian Adriano yang ingin menyampaikan langsung masalah yang dihadapi masyarakat di tanah asalnya.
"Ketika kita mau mendengar dan bergerak cepat, selalu ada solusi yang bisa diwujudkan," ujar Amran.
Ia juga memastikan infrastruktur distribusi yang memadai termasuk gudang Bulog akan didapatkan masyarakat di Alor.
"Agar segera dibangun supaya distribusi pangan di Alor berjalan berkelanjutan. Saudara-saudara kita di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal juga berhak mendapatkan akses pangan yang sama, dengan harga yang terjangkau," tulisnya.



















