Batalkan Rapat di Jakarta, Mentan ke Alor usai Mahasiswa Curhat Beras Mahal

- Mentan Andi Amran Sulaiman membatalkan rapat pimpinan di Jakarta dan mengunjungi Alor setelah mahasiswa Undip Adriano Padama menyampaikan mahalnya beras serta gangguan pasokan saat cuaca buruk.
- Kementerian Pertanian menyalurkan bibit kelapa, jambu mete, kakao, traktor, dan pompa air; juga menginstruksikan dukungan bibit padi serta perluasan lahan jagung di Alor.
- Pemerintah menargetkan kemiskinan Alor yang sekitar 18 persen turun di bawah 10 persen melalui pengembangan pertanian, sambil mempercepat distribusi beras, gudang Bulog, sumur bor, dan irigasi.
Kupang, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membatalkan seluruh rapat pimpinan di Jakarta untuk terbang ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Mentan Amran mengunjungi kabupaten tersebut untuk menanggapi laporan seorang mahasiswi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bernama Adriano Padama soal mahalnya harga beras dan permasalahan pasokannya saat cuaca buruk.
Momen itu terjadi saat Amran menjadi pembicara di hadapan 5.155 saat acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026). Adriano dengan berani berteriak dari tempat duduknya di tribun agar menarik perhatian Amran.
1. Sebut sikap Adriano pantas diteladani

Amran menyambangi Alor pada Sabtu (8/8/2026) bersama jajarannya dengan membawa serta berbagai bantuan bibit dan bantuan bagi keluarga miskin. Dalam kesempatan itu, Amran mengaku sudah membatalkan sejumlah rapat pimpinan sehingga ia terbang langsung dari Jawa Tengah ke Alor.
Ia mengaku bangga dengan Adriano dan menyebutnya sebagai salah satu putra terbaik dari NTT. Keberanian mahasiswa program studi Hubungan Internasional ini, kata dia, patut diteladani.
"Ini yang harus kita kawal karena mereka membaca denyut ekonomi masyarakat, apa keinginan masyarakat, bukan basa-basi, bukan pencitraan apalagi mengada-ada. Inilah mahasiswa yang harus diteladani. Ini mahasiswa terbaik yang pernah aku temui," ungkapnya.
2. Bawa bibit tanaman

Amran mengaku, setelah mendengar aspirasi yang disampaikan Adriano ia langsung tergerak, apalagi pemuda tersebut berasal dari keluarga pas-pasan, namun mengutamakan kemaslahatan rakyat NTT, khususnya Alor.
"Sehingga kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jawa Tengah ke Alor. Kami sudah lihat dan semua permintaan sudah kami penuhi," tukasnya.
Saat itu Kementerian Pertanian langsung menyerahkan juga memberikan tambahan 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit jambu mete dan 500 bibit kakao kepada masyarakat. Selain itu diberikan juga 5 unit traktor dan akan mendapat tambahan 10 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air dan akan ditambah 10 unit lagi.
“Solusi tercepat adalah pertanian karena itu kita harus mengirimkan benih yang kompetitif,” tegas Mentan.
Masyarakat juga mengusulkan perluasan pengembangan padi dan langsung di instruksikan Mentan untuk pemberian bibit padi kurnag lebih 1.000–2.000 hektare.
Sementara pengembangan jagung yang saat ini sekitar 2.500 hektare didorong bertambah sekitar 1.000 hektare melalui dukungan Pemerintah Provinsi NTT.
3. Target penurunan angka kemiskinan

Alor sendiri menghadapi tantangan kemiskinan dengan angka sekitar 18 persen sehingga pemerintah mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, jambu mete, padi dan jagung secara lebih masif.
Mentan menargetkan pengembangan pertanian tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan.
“Target kita kemiskinan di bawah 10 persen. Kalau bisa sampai 5 persen,” tegasnya.
Ia juga optimistis dengan pengelolaan pertanian yang baik dan dukungan pemerintah yang konsisten, perubahan ekonomi masyarakat dapat mulai dirasakan dalam beberapa tahun ke depan.
Ia juga menjanjikan menyampaikan persoalan air kepada Menteri Pekerjaan Umum agar mendapatkan penanganan, termasuk dukungan pembangunan sumur bor dan infrastruktur irigasi.
“Kalau kita mau meningkatkan produksi, air harus tersedia,” tegasnya.
Sebelumnya ia langsung menelepon Dirut Bulog untuk mempercepat distribusi beras dan membangun gudang Bulog di Kabupaten Alor.



















