Tambang Batu Hijau PT AMNT di Kabupaten Sumbawa Barat. (dok. AMMAN)
Irnadi menyebutkan sejumlah investasi besar yang ditargetkan terealisasi pada 2026. Di antaranya, pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) dan pembangunan fasilitas seaplane (pesawat amfibi) di Bendungan Batujai, Lombok Tengah. Selain itu, Pemprov NTB juga menawarkan sejumlah proyek pembangunan hotel bintang 5, agribisnis peternakan dan budidaya udang.
Untuk proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan investornya PT Berkah Energi Lombok, dengan nilai investasi sekitar Rp3,1 triliun. PT. Berkah Energi Lombok (BEL) bermitra dengan PT. Shine Green Energy Indonesia (SGEI) berencana membangun tiga pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dengan kapasitas total 130 Megawatt (MW). Tiga pembangkit EBT yang akan dibangun berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Rencananya, pembangunan tiga pembangkit EBT untuk mempercepat transisi energi di NTB itu pada 2026 dan 2027. Tiga rencana lokasi pembangunan pembangkit EBT di NTB, antara lain PLTS 20 MW di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, PLTS 50 MW di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima dan PLTB 2x30 MW di Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat.
Selain itu, sejumlah proyek pembangunan hotel bintang 5 ditawarkan ke investor. Diantaranya, proyek Maukita Mandalika Hotel berlokasi di Kawasan Target Area (KTA) Pantai Selatan, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Pembangunan hotel ini pada lahan seluas 5,21 hektare dengan nilai investasi mencapai Rp298,7 miliar. Hotel bintang 5 yang dibangun dengan kapasitas 130 kamar deluxe, 112 kamar grand deluxe, 6 junior suite, dan 4 squite.
Selanjutnya, proyek pembangunan hotel bintang 5 berkapasitas 62 vila dan 86 kamar di kawasan seven spring under sea atau pertemuan tujuh mata air yang muncul di tengah laut Pantai Kerakas dengan estimasi nilai investasi Rp277,9 miliar.
Kemudian, proyek pembangunan Kuta Height Hotel seluas 18 hektare dengan investasi mencapai Rp821,8 miliar. Hotel bintang 5 yang akan dibangun direncanakan sebanyak 220 kamar, terdiri dari 60 kamar luxury lodge, 48 kamar suite, dan 112 deluxe. Selanjutnya, pembangunan resort dan hotel bintang 5 di kawasan Gili Gede, Lombok Barat dengan nilai investasi Rp123 miliar. Rencananya, luas lahan pembangunan mencapai 5 hektare dengan kapasitas 50 kamar.
Selain investasi dalam bidang perhotelan, kata Irnadi, ada juga proyek agribisnis peternakan sapi pedaging senilai Rp556 miliar. Lokasinya di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, dengan luas lahan mencapai 1,39 hektare. Investasi peternakan sapi pedaGing ini dengan target produksi 6 ribu ekor breeding, 7 ribu ekor fattening, 1.644 ton daging beku per tahun dan 1.196 ton non karkas per tahun.
Kemudian investasi perikanan budidaya dengan komoditas udang pada lahan seluas 176 hektare dengan nilai investasi Rp507 miliar. Proyek ini berlokasi di Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat dengan target 360 juta ekor benur udang vaname per tahun dan 5,4 ribu ton udang vaname segar per tahun.