Pelunasan Ditutup, 673 Calon Jemaah Haji Reguler NTB Tak Lunasi Bipih

Mataram, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah menutup pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2026 untuk calon jemaah haji reguler dan cadangan pada Jumat (23/1/2026). Dari 5.763 kuota yang diperoleh NTB tahun 2026, sebanyak 673 calon jemaah haji tidak melunasi Bipih.
Namun, ratusan calon jemaah haji reguler yang tidak melunasi Bipih tersebut diganti dengan jemaah cadangan. Kanwil Kemenhaj NTB mencatat sebanyak 851 calon jemaah haji cadangan telah melunasi Bipih 2026. Jemaah haji cadangan yang telah melunasi Bipih, akan menjadi pengganti jemaah haji reguler yang batal berangkat tahun ini.
1. Penyebab ratusan calon jemaah haji reguler NTB tak melunasi Bipih

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin mengungkapkan penyebab ratusan calon jemaah haji reguler yang masuk kuota 2026, tidak melunasi Bipih. Ada yang menunda berangkat menunaikan ibadah haji tahun ini hingga sakit permanen.
"Sisa 673 calon jemaah haji reguler, ada yang membatalkan, menunda, ada yang tidak ditemukan, meninggal, atau sakit permanen. Ada yang belum keluar istitha'ahnya, ada juga yang ingin bersama dengan mahromnya," kata Amin di Mataram, Sabtu (24/1/2026).
Sebanyak 673 calon jemaah haji reguler yang tidak melunasi Bipih 2026 berasal dari 10 kabupaten/kota di NTB. Dengan rincian, Kota Mataram 141 orang, Lombok Barat 76 orang, Lombok Tengah 152 orang, Lombok Timur 176 orang, Lombok Utara 6 orang, Sumbawa Barat 7 orang, Sumbawa 14 orang, Dompu 35 orang, Bima 35 orang dan Kota Bima 31 orang.
Sedangkan calon jemaah cadangan yang sudah melunasi Bipih, dengan rincian Kota Mataram 86 orang, Lombok Barat 127 orang, Lombok Tengah 186 orang, Lombok Timur 237 orang, Lombok Utara 11 orang. Selanjutnya, Sumbawa Barat 34 orang, Sumbawa 47 orang, Dompu 22 orang, Bima 69 orang dan Kota Bima 32 orang.
2. Pelunasan Bipih calon jemaah haji reguler dan cadangan di NTB mencapai 103 persen

Amin menjelaskan pelunasan Bipih untuk calon jemaah haji reguler dan cadangan per 23 Januari 2026 sangat tinggi, dengan total persentase pelunasan mencapai 103,320 persen dari target kuota. Provinsi NTB mendapatkan total kuota reguler sebanyak 5.753 kursi, yang terbagi atas 5.463 jemaah berdasarkan urutan porsi dan 290 jemaah lansia.
Sampai penutupan pelunasan Bipih per 23 Januari 2026, tercatat sebanyak 5.080 calon jemaah haji reguler yang melakukan pelunasan. Sisanya, 673 calon jemaah haji reguler diganti dengan cadangan dengan jumlah yang melunasi sebanyak 851 orang.
"Alhamdulillah, pelunasan telah tuntas dan melebihi target. Ke depan calon jemaah haji akan melakukan persiapan manasik haji," kata dia.
3. Calon jemaah haji yang paling banyak melunasi Bipih di Lombok Timur dan Lombok Tengah

Berdasarkan data Kanwil Kemenhaj NTB, Kabupaten Lombok Timur menjadi wilayah dengan jumlah jemaah terbanyak yang telah melakukan pelunasan, yakni mencapai 1.435 orang, baik calon jemaah haji reguler dan cadangan. Kemudian disusul Kabupaten Lombok Tengah dengan total 1.212 orang.
Berikutnya, Kabupaten Lombok Barat 888 orang, Kota Mataram 813 orang, Kabupaten Bima 572 orang, Kabupaten Sumbawa 344 orang, Kota Bima 236 orang, Kabupaten Dompu 149 orang, Kabupaten Lombok Utara 126 orang dan Kabupaten Sumbawa Barat 156 orang.
Dari total kuota cadangan yang disediakan sebanyak 2.319 kursi, sebanyak 851 calon jemaah haji cadangan telah melakukan pelunasan. Kehadiran jemaah cadangan ini memastikan bahwa sisa kursi reguler yang belum terisi di beberapa daerah dapat tertutupi, sehingga kuota provinsi NTB dapat terserap secara maksimal.


















