Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Jenazah Mahasiswa Unas Tertinggal di Bandara Kupang, Lion Air Buka Suara

Kota Kupang
Jenazah Mahasiswa Unas Tertinggal di Bandara Kupang, Lion Air Buka Suara
potret pesawat Lion Air (unsplash.com/Fasyah Halim)
Intinya Sih
  • Jenazah mahasiswa Unas asal Lembata, Blasius Avelino D. Kebingin, tidak tiba bersama keluarga di Larantuka setelah penerbangan dari Jakarta transit di Surabaya dan Kupang.
  • Keluarga mengaku diberi informasi jenazah otomatis dipindahkan ke penerbangan lanjutan, lalu harus menyewa kapal cepat dua kali karena pengambilan jenazah tertunda sehari.
  • Lion Air Group menyebut jadwal kargo Kupang-Larantuka memang terpisah dari penumpang akibat miskomunikasi, membantah penelantaran, meminta maaf, dan membuka bantuan pengiriman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Kasus tertinggalnya jenazah mahasiswa Universitas Nasional (Unas) Jakarta asal Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), di Bandara El Tari Kupang mendapat tanggapan dari Lion Air Group. Pihak maskapai membantah adanya penelantaran jenazah dan menyebut insiden tersebut terjadi akibat miskomunikasi terkait jadwal pengiriman kargo.

Jenazah Blasius Avelino D. Kebingin (25) diberangkatkan dari Jakarta menuju Larantuka, Kabupaten Flores Timur, pada Minggu (3/8/2026). Dalam perjalanan, pesawat transit di Surabaya dan Kupang.

Namun, saat keluarga tiba di Bandara Gewayantana Larantuka, jenazah tidak ditemukan di area kargo. Belakangan diketahui jenazah masih berada di Bandara El Tari Kupang.

1. Kronologis dari pihak keluarga

Kaki jenazah terbaring di atas meja dengan kain putih menutupi tubuh dan label identitas tergantung di salah satu kaki.
Ilustrasi jenazah. (pexels.com/Mario Wallner)

Paman korban, Linus Kia, mengatakan petugas loket Wings Air sebelumnya menyampaikan bahwa jenazah akan langsung dipindahkan ke penerbangan lanjutan menuju Larantuka.

"Ternyata saat kami tiba di Larantuka dan mengecek di bagian kargo, jenazah tidak ada," kata Linus saat dihubungi, Selasa (4/8/2026).

Akibat kejadian tersebut, keluarga yang telah menyiapkan penjemputan dari Lewoleba ke Larantuka harus menanggung biaya tambahan. Mereka terpaksa kembali menyewa kapal cepat setelah mendapat informasi bahwa jenazah baru dijadwalkan tiba di Larantuka pada Selasa.

"Kami harus carter kapal dua kali karena kemarin jenazah tidak ikut diterbangkan," ujarnya.

2. Penjelasan dari pihak maskapai Lion Air

ilustrasi mentor sedang memberikan penjelasan
ilustrasi mentor sedang memberikan penjelasan (pexels.com/Yan Krukau)

Menanggapi hal itu, Area Manager Lion Air Group NTT, Rinus T. Zebua, menjelaskan bahwa berdasarkan dokumen pengiriman, penerbangan lanjutan kargo jenazah dari Kupang menuju Larantuka memang dijadwalkan sehari setelah jenazah tiba di Kupang.

"Menurut dokumen perjalanan yang tercatat, penerbangan lanjutan Kupang-Larantuka memang dijadwalkan hari ini (Selasa), bukan kemarin," kata Rinus.

Ia menjelaskan, pembelian tiket penumpang pendamping dan layanan pengiriman jenazah dilakukan melalui mekanisme yang berbeda sehingga terjadi kesalahpahaman mengenai jadwal keberangkatan.

"Ada miskomunikasi antara agen kargo dan pihak keluarga. Kurang tepat jika disebut jenazah telantar karena tiket penumpang dan pengiriman kargo diproses secara terpisah," ujarnya.

3. Menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan

ilustrasi evaluasi, analisis, berpikir
ilustrasi evaluasi, analisis, berpikir (magnific.com/DC Studio)

Meski demikian, Wings Air telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Menurut Rinus, apabila perbedaan jadwal tersebut diketahui lebih awal, pihak maskapai dapat membantu memberikan penjelasan maupun penanganan karena pengiriman jenazah merupakan layanan kargo khusus.

Ia juga memastikan pihak Lion Air Group akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

"Kami memastikan kasus miskomunikasi ini tidak akan terulang dan tidak ada penelantaran jenazah dalam sistem pelayanan kami," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More