Crane KM Sirimau di Pelabuhan Kupang Bermasalah, Muatan Dibatasi

PT PELNI Kupang membatasi muatan KM Sirimau maksimal 20 ton/m³ setelah crane bermasalah sejak 10 September 2026, demi keselamatan kapal, awak, petugas, dan barang.
Pembatasan berlaku sampai crane dinyatakan aman dan optimal. PELNI meminta pengertian shipper karena kapasitas tidak dapat dipaksakan melampaui kemampuan teknis peralatan.
Kuota Yustin dan saudaranya turun dari 5 ton/m³ menjadi 3 ton/m³; 12 shipper lain menyepakati pembagian muatan. Booking dilakukan lewat MyCargo PELNI.
Kupang, IDN Times - Masalah teknis pada crane KM Sirimau yang sandar di Pelabuhan Tenau Kupang pada 22 September 2026 berdampak ke pembatasan muatan. PT PELNI Cabang Kupang membenarkan kejadian itu dan menyebut penyesuaian ini akan berlaku hingga kondisi peralatan dinyatakan aman.
“Kami tidak ingin memaksakan kegiatan pemuatan apabila kondisi crane belum memungkinkan untuk digunakan secara optimal,” ujar Kepala Cabang PT PELNI Kupang, Teguh Hari Setiadi dalam keterangannya, Rabu malam (23/9/2026).
1. Sudah bermasalah sejak 10 September

GM PELNI Kupang Teguh Hari Setiadi. (IDN Times/Putra Bali Mula) Ia mengaku kendala teknis crane kapal ini terjadi sejak 10 September 2026. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Mualim I kapal tersebut yang kemudian memutuskan membatasi muatan maksimal 20 ton/m³.
Keputusan itu diambil karena kemampuan bongkar muat kapal yang tidak optimal, sehingga PELNI memilih langkah hati-hati demi keselamatan.
"Ini tentunya dengan mempertimbangkan keselamatan kapal, awak, petugas bongkar muat, serta keamanan barang," jelasnya lagi.
2. Minta pengertian pengguna jasa

Calon penumpang kapal Pelni di Pelabuhan Tenau Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula) Teguh meminta pengertian pengguna jasa dalam hal ini seluruh shipper. Ia mengaku memahami kebutuhan untuk mengirim barang dalam jumlah lebih besar. Namun ia menegaskan soal antisipasi terhadap aspek teknis tersebut.
“Kapasitas muatan harus disesuaikan dengan kemampuan peralatan yang tersedia. Kami tidak bisa memaksakan kapasitas di luar kemampuan teknis crane karena berkaitan langsung dengan keselamatan,” katanya.
Ia menyatakan apabila crane sudah kembali aman dan bisa digunakan optimal, maka kapasitas muatan akan disesuaikan. Ia juga berkomitmen terhadap hal tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Shipper bisa pesan online

Ilustrasi pesan barang online (pexels.com/Joshua Mayo) Yustin dan saudaranya, pengguna jasa terdampak yang awalnya mendapat kuota 5 ton/m³, namun kemudian disesuaikan menjadi 3 ton/m³ karena kapasitas kapal harus dikurangi. Yustin pun mempertanyakan hal tersebut.
Teguh juga menyebut 12 shipper lainnya juga sudah mendapatkan dan menyepakati pembagian muatan sesuai kapasitas yang tersedia. Ia sendiri mengatakan proses booking muatan saat ini bisa dilakukan secara online melalui aplikasi MyCargo PELNI. Sementara pembayaran via Virtual Account Bank BNI yang terhubung langsung ke rekening resmi PELNI.
"Shipper wajib mencantumkan tonase dan kubikasi sesuai kondisi aktual barang," ungkapnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















