Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

30 Bayi dan 4 Ibu di Kupang Meninggal Dunia selama 2026

Kota Mataram
2 min read
30 Bayi dan 4 Ibu di Kupang Meninggal Dunia selama 2026
Wakil Bupati Kabupaten Kupang Aurum Titu Eki. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)
  • Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang mencatat 30 kematian bayi dan 4 kematian ibu sepanjang 2026, setelah pada 2025 tercatat 44 bayi dan 8 ibu meninggal.

  • Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki menekankan setiap kematian perlu dikaji menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab, faktor risiko, kendala layanan, serta mencegah kasus serupa.

  • Melalui AMP-SR, pemerintah mendorong rekomendasi dan tindak lanjut terukur, disertai kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat layanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan mudah diakses.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Kesehatan mencatat kasus kematian ibu dan bayi sepanjang 2026. Jumlahnya mencapai 30 bayi dan 4 orang ibu. Angka tersebut menambah deretan kasus dari tahun 2025 yang tercatat sebanyak 44 kematian bayi dan 8 kematian ibu.

Data tersebut dipaparkan oleh Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, saat membuka Diseminasi Hasil Kajian Audit Maternal dan Perinatal Surveillance and Response (AMP-SR) di Hotel Neo Aston, Kota Kupang, Senin (21/9/2026). Ia menegaskan bahwa tingginya angka kematian ibu dan anak ini menunjukkan perlunya perhatian serta penanganan yang lebih serius.

  1. 1. Ingin kajian menyeluruh pada kasus ini

    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)
    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)

    Ia menegaskan angka ini bukan sekedar data statistik tahunan, tapi nyawa yang harusnya dapat diselamatkan. Untuk itu, ia mendorong upaya penurunan kasus ini.

    “Data tersebut menunjukkan bahwa upaya penurunan angka kematian ibu dan bayi masih memerlukan perhatian, kerja keras, dan kolaborasi dari seluruh pihak,” ujarnya.

    Aurum juga ingin kajian yang menyeluruh terhadap setiap kasus kematian agar mengidentifikasi penyebab kematian, faktor risiko, kendala pelayanan, maupun faktor lain yang dapat menjadi pembelajaran untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

  2. 2. Harus diikuti dengan kajian sistematis

    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)
    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)

    Aurum berharap melalui AMP-SR ini, maka setiap kasus kematian maternal dan perinatal dapat melalui kajian sistematis. Sehingga ada intervensi tepat dari pemerintah dan para pemangku kepentingan.

    “Jangan hanya berhenti pada pencatatan jumlah kasus, tetapi harus memastikan setiap kasus dikaji untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya, dan yang terpenting adalah upaya pencegahan di masa mendatang,” lanjutnya.

    Hasil kajian yang didiseminasikan ini, harapnya, tidak berhenti sebagai dokumen atau data. Ini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang jelas, terukur dan dapat dilaksanakan.

  3. 3. Libatkan penanganan lintas sektor

    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)
    Kegiatan Diseminasi Hasil Kajian AMP-SR Kabupaten Kupang. (Dok Prokopim Kabupaten Kupang)

    Menurutnya, permasalahan ini tidak bisa dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, namun perlu koordinasi dan kolaborasi lintas sektor supaya penanganannya lebih komprehensif.

    “Upaya menurunkan kematian ibu dan bayi bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama,” jelasnya.

    Pemerintah Kabupaten Kupang, kata Aurum, berkomitmen untuk terus memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan mudah diakses masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak menjadikan hasil AMP-SR sebagai titik awal untuk melakukan pembenahan nyata terhadap program dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kupang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More