Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Api Kembali Mengancam Rinjani, Puncak Setampol Terbakar

Kota Mataram
2 min read
Api Kembali Mengancam Rinjani, Puncak Setampol Terbakar
Puncak Setampol Resor Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)
  • Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Puncak Setampol, Resor Torean, kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Selasa 22 September 2026 sekitar pukul 18.50 WITA.
  • BTNGR menerjunkan tujuh personel untuk pemadaman awal dan penilaian lokasi pada Rabu pagi; luas kebakaran, penyebab, serta vegetasi terdampak masih didata.
  • Sejak 1 September 2026, pendakian Rinjani dibatasi dan pemesanan eRinjani dihentikan sementara, disertai pemeriksaan ketat serta kewajiban APAR bagi kelompok dengan trekking organizer.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, kembali terjadi. Kali ini, kawasan Puncak Setampol, Resor Torean Lombok Utara, Seksi Pengelolaan Wilayah I Taman Nasional Gunung Rinjani, yang mengalami kebakaran pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 18.50 WITA.

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) telah menerjunkan tim pemadaman awal pada Rabu (23/9/2026) pagi. "Perlu diketahui, lokasi kejadian kebakaran berada di luar jalur pendakian," kata Kepala BTNGR Budhy Kurniawan, Rabu (23/9/2026).

  1. 1. BTNGR terjunkan 7 personel lakukan pemadaman awal

    IMG-20260808-WA0011.jpg
    Pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani pada Jumat malam (7/8/2026). (dok. Istimewa)

    Budhy menjelaskan BTNGR telah menerjunkan tim pemadaman awal yang berjumlah 7 personel. Terdiri dari 2 personel Manggala Agni Resor Torean dan 5 orang Masyarakat Peduli Api (MPA).

    Tim dipersiapkan untuk melaksanakan upaya pemadaman awal sekaligus melakukan penilaian terhadap tingkat dan luasan kebakaran di lokasi kejadian. "Mempertimbangkan faktor keselamatan personel dan waktu kejadian yang telah memasuki malam hari, keberangkatan tim pada Rabu pagi, 23 September 2026," jelasnya.

  2. 2. Luas area terbakar dan penyebab kebakaran

    1790131951770.jpg
    Puncak Setampol Resor Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)

    Dia mengatakan hingga saat ini, data terkait luas area terbakar, penyebab kebakaran dan kondisi vegetasi terdampak masih menunggu informasi dari petugas yang diterjunkan. Termasuk, kata dia, perkembangan penanganan kebakaran masih dalam proses penilaian oleh petugas di lapangan.

    Budhy menjelaskan, BTNGR terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait penanganan kebakaran di Puncak Setampol. "Informasi perkembangan selanjutnya akan disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan laporan resmi dari petugas di lapangan," tandasnya.

  3. 3. Pendakian Rinjani dibatasi sejak 1 September

    1790131926538.jpg
    Puncak Setampol Resor Torean kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani yang terbakar, Selasa malam (22/9/2026). (dok. Istimewa)

    BTNGR memberlakukan pembukaan secara terbatas untuk aktivitas wisata pendakian, ritual, religi, budaya, sosial, dan penelitian sejak 1 September 2026. Langkah itu diambil untuk mencegah karhutla pada musim kemarau ini.

    BTNGR juga menghentikan sementara layanan pemesanan tiket atau booking online lewat aplikasi eRinjani sejak 1 September 2026. Namun, tercatat ada ribuan pendaki baik yang berasal dari dalam dan luar negeri telah melakukan booking tiket sebelum penghentian sementara layanan pemesanan secara online.

    Ketua Pokja World Class Mountaineering BTNGR, Budi Soesmardi mengatakan dengan adanya pembatasan pendakian ke Gunung Rinjani, pemeriksaan terhadap pendaki diperketat.

    Ada sejumlah larangan kepada para pendaki sesuai SOP pendakian yaitu bijak dalam penggunaan api, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak membuat api unggun.

    BTNGR mewajibkan pendaki berkelompok yang menggunakan treking organizer (TO) untuk membawa alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bentuk langkah mitigasi pencegahan karhutla di Kawasan TNGR.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More