Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kejar Target Pajak Pascagempa, Gubernur NTT Kumpulkan Kepala Samsat se-Flores

Kota Mataram
3 min read
Kejar Target Pajak Pascagempa, Gubernur NTT Kumpulkan Kepala Samsat se-Flores
Gubernur NTT Melki Laka Lena membacakan pidato jelang HUT RI ke-80. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menargetkan penerimaan pajak di Flores mencapai minimal 75 persen pascagempa 7,7 magnitudo, meski realisasi mayoritas daerah masih sekitar 20 persen.

  • Samsat Nagekeo tetap melayani melalui area darurat setelah gedung rusak berat, sementara layanan Keo Tengah ditangguhkan; realisasi pajaknya Rp4,5 miliar dari target Rp22,8 miliar.

  • Samsat Manggarai Timur menghadapi kerusakan sarana dan kondisi psikologis korban saat penagihan, sedangkan Ngada melaporkan peningkatan penjangkauan objek pajak di tengah dampak bencana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times -Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengumpulkan para Kepala Samsat se-Daratan Flores di Ende pada Selasa (22/9/2026) siang. Dalam pertemuan tersebut, ia menargetkan penerimaan pajak di wilayah Flores dapat mencapai 75 persen pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang pada 15 Agustus 2026 lalu.

Ia menegaskan pentingnya menyusun proyeksi pendapatan daerah sekaligus memperkuat strategi untuk mengejar target yang telah ditetapkan sejak awal tahun. Penekanan ini disampaikan langsung di hadapan para Kepala UPTD Pendapatan Daerah se-Daratan Flores, Wakil Bupati Ende Dominikus Minggu Mere, serta Kepala Biro Umum Setda Provinsi NTT Agustinus R. Sigasare.

  1. 1. Rata-rata penerimaan pajak di 20 persen

    Pertemuan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan para kepala UPTD Samsat seluruh Flores bahas pajak. (Dok Biro Apim NTT)
    Pertemuan Gubernur NTT Melki Laka Lena dan para kepala UPTD Samsat seluruh Flores bahas pajak. (Dok Biro Apim NTT)

    Melki menyebut patokan pendapatan daerah ini dibahas agar pihak kabupaten lebih strategis, terukur, disiplin dan adaptif. Ia mengungkap juga laporan yang diterimanya dalam rapat tersebut, sebagian besar realisasi penerimaan daerah saat ini masih berada di kisaran 20 persen dari target.

    “Saya paham situasi pascagempa ini berat, tetapi kita tidak boleh menyerah dengan keadaan. Kalau targetnya cuma 50 persen, itu tidak usah usaha karena dari tahun ke tahun rata-rata segitu. Kita harus patok target 75 persen,” tegasnya.

    Menurutnya, target minimal 75 persen ini untuk mendorong sumber daya dan energi aparatur terfokus pada pencapaian target yang optimal.

    “Sekali lagi, 75 persen agar seluruh pikiran, energi, daya, dan kerja kita semua terarah menuju angka yang optimal. Daerah ini berkepentingan dan butuh anggaran untuk recovery serta pembangunan,” lanjut dia.

  2. 2. Layanan Samsat terpaksa berjalan dalam kondisi darurat

    Kondisi bangunan yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)
    Kondisi bangunan yang terdampak bencana gempa Flores. (Dok BPBD NTT)

    Kepala UPTD Badan Pendapatan Daerah Nagekeo, Yosef Elvi Yegho, menyebut pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan dengan memanfaatkan area darurat meskipun perkantoran mengalami kerusakan berat pada gedung Samsat Nagekeo.

    "Untuk pelayanan di Kecamatan Keo Tengah sendiri sementara ini ditangguhkan karena kantor camat masih digunakan sebagai posko bencana," ungkap dia.

    Untuk target penerimaan pajak di Nagekeo sendiri sebesar Rp22,8 miliar yang realisasi sudah Rp4,5 miliar atau baru 19,77 persen.

    "Jangkauan pelayanan kita perluas dengan Samsat Keliling telah menjangkau enam dari tujuh kecamatan di Nagekeo," sebutnya.

  3. 3. Kondisi psikologis korban gempa jadi tantangan

    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)
    Korban gempa Flores di Sikka berdiam di tenda BNPB. (Dok BNPB)

    Kondisi serupa juga dihadapi UPTD Samsat Kabupaten Manggarai Timur yang jadi salah satu wilayah terdampak gempa cukup parah. Menurut Kepala UPTD Samsat Manggarai Timur, Stanis Jawan, tantangan terbesar adalah psikologis masyarakat yang juga jadi korban gempa.

    “Selain kerusakan fisik pada sarana pendukung, kami harus sangat berhati-hati dan melihat kondisi psikologis warga dalam melakukan penagihan door-to-door. Meski demikian, dengan adanya Pergub NTT Nomor 54 tentang amnesti pajak, kami tetap optimis bergerak melakukan sosialisasi terbatas dan mengoptimalkan peran agen pajak di desa-desa yang aman,” ungkapnya.

    Sementara Kepala UPTD Pendapatan Daerah Kabupaten Ngada, Ani, melaporkan kondisi berbeda di mana tercatat adanya peningkatan signifikan dalam penjangkauan objek pajak.

    "Karena 3 dari 12 kecamatan yang terdampak bencana," sebutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More