Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Wamendagri Ungkap Rencana Pengalihan Status PPPK Menjadi Paruh Waktu

Kota Mataram
2 min read
Wamendagri Ungkap Rencana Pengalihan Status PPPK Menjadi Paruh Waktu
Wamendagri RI, Ribka Haluk, saat memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)
  • Wamendagri Ribka Haluk menyatakan seluruh pegawai penuh waktu direncanakan dialihkan menjadi PPPK paruh waktu, dengan pembiayaan sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat sebagai diskresi Presiden Prabowo Subianto.

  • Ribka mendorong ASN NTT berinovasi berbasis potensi pertanian dan kelautan untuk memperkuat fiskal serta investasi daerah, sambil mengapresiasi pertumbuhan ekonomi NTT sebesar 5,01 persen secara tahunan.

  • Wamendagri mengapresiasi pengendalian inflasi dan penanganan gempa Flores, menyampaikan duka atas penembakan tiga ASN di Papua Pegunungan, serta mengajak menjaga persatuan dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Ribka Haluk, mengungkap rencana pengalihan status seluruh Pegawai Penuh Waktu menjadi PPPK Paruh Waktu. Pembiayaan untuk perubahan status pegawai ini nantinya akan diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ribka saat menjadi Pembina Apel Kesadaran ASN di halaman Kantor Gubernur NTT pada Senin pagi. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang kaya akan potensi sumber daya manusia.

  1. 1. Ajak ASN ikut berinovasi

    Wamendagri RI, Ribka Haluk, saat memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)
    Wamendagri RI, Ribka Haluk, saat memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)

    Pengalihan status dengan pembiayaan yang ditanggung oleh Pemerintah Pusat ini, kata dia, jadi diskresi langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

    "PPPK Paruh Waktu yang akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Ini adalah diskresi besar dari Presiden RI," ungkapnya.

    Untuk itu ia mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) di NTT untuk mengembangkan inovasi berbasis potensi daerah, terutama sektor pertanian dan kelautan, agar membantu aspek fiskal dan investasi daerah.

    "Kita harus terus berkompetisi dengan daerah lain dan terus berbangga sebagai ASN NTT," ungkapnya lagi.

  2. 2. Puji pertumbuhan ekonomi NTT

    Wamendagri RI Ribka Haluk saat memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)
    Wamendagri RI Ribka Haluk saat memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)

    Ia mengaku hadir langsung di NTT untuk menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT atas capaian pertumbuhan ekonomi NTT yang mencapai 5,01 persen (yoy) di tengah tantangan geografis dan topografi daerah.

    Menurutnya ini berkaitan dengan dukungan pemerintah daerah, Forkopimda, sektor swasta, dan seluruh pihak di NTT pada sektor ekonomi dan dalam intervensi menurunkan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

    "Mesin pemerintah dan sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Kita ketahui bersama bahwa NTT dalam data Kemendagri dan BPS sudah mencapai pertumbuhan yang luar biasa. Kita patut berbangga bahwa dengan tantangan topografi NTT ada pembangunan yang luar biasa dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik," jelasnya.

  3. 3. Ungkap belasungkawa

    Wamendagri RI Ribka Haluk usai memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)
    Wamendagri RI Ribka Haluk usai memimpin apel ASN di NTT. (Dok Biro Apim NTT)

    Dalam amanatnya, Wamendagri juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga pengendalian inflasi serta penanganan bencana gempa di Pulau Flores.

    Ia juga menyampaikan duka cita terkait terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan, serta mengingatkan seluruh pihak untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

    "Saya datang untuk menyampaikan turut berduka dan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga dan masyarakat NTT," tuturnya.

    Ia juga mengajak pemda mendukung visi Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More