Ilustrasi pelayanan di kantor BPJS Kesehatan. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Hesti menduga anaknya ditelantarkan karena pengobatan menggunakan BPJS. Dia menduga pihak rumah sakit sewenang-wenang dan tidak melayani sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan pasien darurat.
"Kalau ada uang, sudah pasti kami pakai pengobatan secara umum. Tapi kita orang gak punya, makanya pakai BPJS gratis," keluh dia.
Untuk itu, ia berharap pihak RSUD Bima kedepan agar lebih sigap memberikan penanganan, terutama pasien yang dalam kondisi darurat. Tidak membedakan antara pasien umum dengan yang menggunakan BPJS.
"Cukup saya aja yang alami kejadian ini, jangan lagi yang lain," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Humas RSUD Bima, dr Adwinarko yang dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut. Adwinarko meminta data pasien sebab banyak pasien yang dilayani.
"Pasien yang akan dirawat di ruang NICU itu ya? coba kirim dulu data pasien, biar kita pelajari kasusnya, karena pasien yang masuk itu banyak," katanya singkat.