Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kapolda NTT Sempat Tawarkan dr. Icha Terapi Mental usai Diintimidasi

Kapolda NTT Sempat Tawarkan dr. Icha Terapi Mental usai Diintimidasi
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat tawari dr. Icha terapi kesehatan mental. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak

  • Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko sempat menawarkan terapi mental USEFT kepada dr. Icha setelah mengetahui adanya intimidasi, namun tawaran itu ditolak karena korban sudah ditangani psikiater.
  • Metode USEFT diyakini mampu menetralkan trauma dan depresi, dapat dilakukan langsung atau daring tanpa biaya, dengan syarat pasien memiliki kemauan kuat untuk pulih.
  • Polda NTT pernah berhasil menangani kasus anak di Sikka yang hendak bunuh diri melalui terapi USEFT, menunjukkan efektivitas metode ini dalam membantu pemulihan psikologis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Rudi Darmoko, mengungkapkan dirinya sempat menawarkan terapi kesehatan mental dengan metode Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) kepada dr. Icha sebelum meninggal dunia.

Rudi mengaku mengetahui kabar soal intimidasi yang dialami dr. Icha pada 13 Juni 2026. Setelah menerima informasi itu, ia langsung meminta para terapis di lingkungan Polda NTT untuk menjajaki kemungkinan pendampingan terhadap dokter tersebut.

1. Klaim sudah menghubungi keluarga untuk membantu

Beberapa pejabat kepolisian dan anggota Bhayangkari berdiri bersama di depan logo Polda Nusa Tenggara Timur saat memberikan keterangan pers.
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat tawari dr. Icha terapi kesehatan mental. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Rudi mengatakan salah satu terapis Polda NTT yang juga merupakan rekan sejawat dr. Icha telah mencoba menghubungi pihak keluarga. Upaya itu dilakukan untuk menawarkan bantuan pemulihan psikologis melalui terapi USEFT.

"Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan mengenai kejadian almarhumah dr. Icha, saya sudah memerintahkan kepada para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu," kata Rudi di Markas Polda NTT, Sabtu (4/7/2026).

Namun, kata dia, pihak keluarga saat itu menyampaikan bahwa dr. Icha sudah lebih dulu menjalani penanganan oleh psikiater. Karena itu, tawaran terapi USEFT dari Polda NTT tidak sempat dijalankan.

"Sudah berusaha menghubungi keluarga dengan tujuan membantu supaya menetralkan depresinya. Namun sangat disayangkan almarhumah menolak karena sudah dirawat atau ditangani psikiater. Andaikata almarhumah berkenan kita bantu mungkin bisa berbeda ceritanya," ujarnya.

2. USEFT diyakini bisa bantu pulihkan kondisi mental

Beberapa anggota keluarga berjalan menuju Polda NTT, salah satu perempuan membawa foto seorang wanita berpakaian putih biru.
Keluarga dr. Icha datang melapor ke Polda NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Rudi menjelaskan metode USEFT diyakini dapat membantu menetralkan kondisi psikologis seseorang yang mengalami trauma, fobia, hingga depresi. Ia menyebut pendekatan ini telah digunakan oleh tim terapis di Polda NTT untuk sejumlah kasus.

Menurut dia, terapi ini dapat dilakukan secara langsung maupun jarak jauh melalui sambungan telepon atau layanan daring. Yang paling utama, kata Rudi, adalah adanya kemauan dari pasien untuk pulih.

"Hal yang terpenting adalah pasien atau klien ini memiliki keinginan untuk sembuh. Itu utamanya. Misalnya tidak ingin walaupun dia rasa masalah, itu tidak bisa karena terapis ini hanya mengarahkan saja," katanya.

Ia menambahkan, layanan terapi tersebut tidak dipungut biaya. Polda NTT, kata dia, membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan psikologis.

3. Polda NTT sebut pernah menangani anak yang hendak bunuh diri

Seorang perempuan berseragam pink memimpin sesi terapi di depan anggota Bhayangkari yang duduk mengenakan seragam serupa di sebuah aula.
Ketua Bhayangkari Polda NTT Vily Rudi Darmoko memberi terapi untuk para anggota bhayangkari. (Dok Humas Polda NTT)

Rudi juga mencontohkan pengalaman timnya menangani seorang anak di Kabupaten Sikka yang disebut sempat memiliki keinginan mengakhiri hidup. Kasus itu, menurutnya, berhasil ditangani setelah orang tua korban meminta bantuan.

"Bahkan setelah kejadian dr. Icha itu saya mendapat laporan kejadian di Polres Sikka kalau tidak salah itu ada juga. Ada seorang anak yang mau bunuh diri tapi Alhamdulillah orangtuanya menginformasikan ke kita sehingga bisa tertangani," ungkapnya.

Ketua Bhayangkari Polda NTT, Vily Rudi Darmoko, yang juga menjadi salah satu terapis USEFT, mengatakan metode ini dinilai efektif untuk membantu korban trauma dan luka batin. Ia menyebut keberhasilan terapi sangat bergantung pada kesadaran pasien untuk mengakui masalah dan keinginan untuk sembuh.

"Teknik ini mudah sekali untuk kita lakukan tapi kuncinya klien atau pasien menyadari adanya masalah yang dirasakan dan keinginannya sendiri untuk sembuh. Sebenarnya tidak ada tantangan berarti karena kembali lagi kepada yang bersangkutan," katanya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News NTB

See More