Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Gubernur NTT Turun ke Sekolah Saat Liburan, Kenalkan Aturan Jam Belajar

Gubernur NTT Turun ke Sekolah Saat Liburan, Kenalkan Aturan Jam Belajar
Gubernur NTT Melki Laka Lena sosialisasi Pergub Jam Belajar di SMK Negeri 1 Borong. (Dok Biro Prokopim Pemprov NTT)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi sekolah di Manggarai Barat dan Timur untuk sosialisasi Pergub Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat pukul 18.00–19.30 WITA.
  • Melki menekankan pentingnya peran keluarga mendampingi anak belajar, bahkan saat liburan, guna memperkuat budaya literasi dan interaksi antara orang tua serta anak di rumah.
  • Dalam dialog dengan siswa, Melki mendorong pelajar meningkatkan kemampuan akademik sekaligus berwirausaha lewat program One School One Product (OSOP) agar sekolah punya produk unggulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi sekolah di Manggarai Barat dan Manggarai Timur pada 3 dan 4 Juli 2026. Kunjungan pada masa liburan sekolah ini digunakannya untuk sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 24 Tahun 2026 tentang Jam Belajar Masyarakat.

Melki berharap keluarga dapat mendampingi anak belajar di rumah sekaligus memperkuat budaya literasi. Pergub itu sendiri mengatur waktu belajar masyarakat setiap pukul 18.00-19.30 WITA.

Kunjungan Melki ini dilangsungkan pada masa liburan sekolah Untuk tahun ajaran 2026/2027, dengan masa liburan 22 Juni hingga dengan 13 Juli 2026.

1. Respons atas rendahnya kualitas pendidikan di NTT

Seorang pejabat berbicara dengan mikrofon saat acara peresmian di SMK Negeri 1 Borong bersama siswa berseragam dan tamu undangan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena sosialisasi Pergub Jam Belajar di SMK Negeri 1 Borong. (Dok Biro Prokopim Pemprov NTT)

Sosialisasi dihadiri langsung oleh para siswa yang datang mengenakan seragam sekolah. Acara juga diikuti oleh komite, guru, pengawas, OSIS, hingga orang tua para siswa.

Untuk Manggarai Timur, Melki mengumpulkan seluruh pelajar dari SD hingga SMA dan setingkatnya di SMK Negeri 1 Borong, pada Sabtu (4/7/2026). Sebelumnya ia mengumpulkan para siswa seluruh Manggarai Barat di SMK Negeri 1 Labuan Bajo pada Jumat (3/7/2026).

Melki menyebut kegiatan ini sangat penting karena lahir dari respons atas masih rendahnya kualitas pendidikan di NTT. Hal tersebut, kata dia, terlihat dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) anak NTT yang masih berada di bawah secara nasional.

"Sehingga Pergub ini mengajak kita semua agar anak-anak dididik dengan baik, baik di sekolah maupun di rumah," kata Melki dalam keterangannya Sabtu.

2. Anak-anak diharapkan tetap belajar saat liburan

Siswa SD dan SMA duduk bersama menghadiri sosialisasi Pergub Jam Belajar di SMK Negeri 1 Borong, Nusa Tenggara Timur.
Gubernur NTT Melki Laka Lena sosialisasi Pergub Jam Belajar di SMK Negeri 1 Borong. (Dok Biro Prokopim Pemprov NTT)

Menurut Melki, orang tua dan lingkungan sekitar harus berperan aktif mendampingi anak belajar termasuk saat liburan sekolah. Ia juga berharap berbagai aktivitas yang bisa mengganggu proses belajar, seperti pesta, hiburan dengan musik keras, maupun kegiatan lain yang menimbulkan keramaian.

Tidak hanya untuk membangun kembali budaya belajar di rumah, kata Melki, Pergub ini disebutnya sekaligus mempererat interaksi antara orang tua dan anak. Ia menegaskan lagi bahwa pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak.

"Saya bercermin dari sistem sekolah berasrama. Anak-anak berhasil karena sistemnya memaksa mereka belajar. Melalui Jam Belajar Masyarakat, kita ingin membangun sistem itu di lingkungan keluarga dan masyarakat," tambahnya.

3. Dorong para pelajar berwirausaha

Sejumlah siswa berseragam merah putih melihat produk lokal seperti makanan kemasan dan kerajinan di stan pameran sekolah.
Gubernur NTT Melki Laka Lena sosialisasi Pergub Jam Belajar di SMK Negeri 1 Borong. (Dok Biro Prokopim Pemprov NTT)

Melki dalam kesempatan yang sama berdialog dengan para siswa dan mendapat informasi soal pelajar yang belum lancar membaca, berhitung, maupun memiliki kemampuan akademik yang memadai.

Ia juga mendorong pelajar berani menjadi pengusaha ke depannya dengan belajar melalui program One School One Product (OSOP).

Program ini, kata dia, bertujuan mendorong sekolah tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun karakter dan jiwa kewirausahaan melalui pengembangan produk unggulan sekolah.

"Saya percaya anak-anak NTT mampu menjadi pengusaha yang sukses," ujarnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata

Latest News NTB

See More