42 Ribu Warga NTB Terdampak Kekeringan, Tiga Daerah Siaga Darurat

Mataram, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat sebanyak 42.639 warga atau 13.908 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Barat hingga 30 Juni 2026. Bencana kekeringan telah melanda 5 kabupaten/kota, mencakup 24 kecamatan dan 57 desa/kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menyebutkan sebanyak tiga kabupaten telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Yakni, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Dompu.
"Sampai dengan 30 Juni 2026 sebanyak 3 kabupaten di NTB telah menetapkan status siaga darurat kekeringan, sedangkan Provinsi NTB dalam proses penetapan status. Dari hasil monitoring di Provinsi NTB terdapat potensi terdampak bencana kekeringan sementara 24 Kecamatan, 57 Desa, 13.908 KK dan 42.639 jiwa dan 41 tangki air terdistribusi," kata Sadimin, Jumat (3/7/2026).
1. Kabupaten Bima paling parah dilanda bencana kekeringan

Disebutkan, sebanyak 41 tangki air bersih telah didistribusikan ke masyarakat yang mengalami krisis air bersih di daerah terdampak. Wilayah yang paling parah dilanda kekeringan adalah Kabupaten Bima.
BPBD NTB mencatat bencana kekeringan melanda 12 kecamatan dan 35 desa. Masyarakat yang terdampak mencapai 7.929 KK atau sekitar 24.924 jiwa. Untuk meringankan beban warga, sebanyak 10 tangki air bersih telah didistribusikan.
2. Rincian warga terdampak kekeringan di empat kabupaten/kota

Selain Bima, empat kabupaten/kota lainnya juga terdampak bencana kekeringan. Di wilayah Lombok Barat, kekeringan melanda 5 kecamatan dan 7 desa. Sebanyak 4.326 KK atau 12.476 jiwa terdampak kekeringan. Pemda Lombok Barat telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan menyalurkan 17 tangki air bersih.
Kemudian Kota Bima, bencana kekeringan melanda 4 kecamatan dan 9 desa/kelurahan. Sebanyak 1.129 KK atau 3.287 jiwa mulai kesulitan air bersih. Sebanyak 14 tangki air telah didistribusikan ke daerah terdampak.
Di Kabupaten Sumbawa Barat, bencana kekeringan melanda 1 kecamatan dan 1 desa dengan jumlah 248 KK atau 992 jiwa terkena dampak. Meski demikian, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
Selanjutnya, bencana kekeringan juga melanda 2 kecamatan dan 2 desa di Kabupaten Dompu. Tercatat ada 240 KK dengan total 960 jiwa yang terdampak, dan Dompu berstatus siaga darurat kekeringan.
3. Peluang curah hujan pada dasarian I 2026

BMKG Stasiun Klimatologi NTB mengungkapkan bahwa curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III Juni 2026 secara umum didominasi kategori rendah 0 – 50 mm/dasarian. Sifat hujan pada dasarian III Juni 2026 di wilayah NTB didominasi kategori Bawah Normal (BN), terdapat pula wilayah dengan kategori hujan Normal (N) dan Atas Normal (AN). Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Narmada Lombok Barat sebesar 71 mm/dasarian.
Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut – turut (HTH) provinsi NTB secara umum bervariasi dari kategori pendek 1-5 hari hingga sangat panjang 31 - 60 hari. HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo, Kabupaten Bima sepanjang 43 hari termasuk dalam kategori sangat panjang 31-60 hari.
Pada dasarian I Juli 2026 atau 1 - 10 Juli, potensi hujan relatif kecil dengan peluang di bawah 10 persen di seluruh wilayah NTB. BMKG Stasiun Klimatologi NTB menyebutkan wilayah level waspada kekeringan yaitu kecamatan Praya Barat Lombok Tengah. Kemudian kecamatan Jerowaru, Pringgabaya, dan Sambelia Lombok Timur.
Selain itu, kecamatan Moyo Utara dan Utan Kabupaten Sumbawa serta Palibelo dan Tambora kabupaten Bima. Saat ini, seluruh wilayah NTB berada pada periode musim kemarau yang diperkuat oleh fenomena El Nino.
Sehingga, masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih. Selain itu, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

















