Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Danantara Bangun Hilirisasi Ayam Terintegrasi Rp1,7 Triliun di NTB

Peternakan ayam di Lombok. (dok. Istimewa)
Peternakan ayam di Lombok. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara membangun hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp1,7 triliun di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi dilakukan PT Berdikari yang merupakan holding BUMN Pangan ID FOOD.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB Muhammad Riadi menjelaskan NTB mendapatkan alokasi untuk pembangunan fasilitas Parent Stock (PS), Grand Parent Stock (GPS), Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan Cold Storage (CS).

Dengan rincian pembangunan PS 2 unit, GPS 1 unit, pabrik pakan 1 unit, Pullet Layer 5 unit, RPHU dan CS 5 unit, pengolahan daging 1 unit dan pengolahan telur 1 unit.

"Hilirisasi ayam terintegrasi dibangun dari hulu sampai hilir. Rencana totalnya Rp1,7 triliun mulai dari pembangunan pabrik pakan, PS, GPS, pengolahan," kata Riadi di Mataram, Sabtu (7/2/2026).

1. Dompu kaya bahan baku pakan

IMG-20260205-WA0019.jpg
Kepala Disnakeswan NTB Muhammad Riadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Tahap awal, kata Riadi, telah dilakukan groundbreaking pembangunan kandang PS di Kabupaten Sumbawa pada Jumat (6/2/2026). Sedangkan untuk pabrik pakan akan dibangun di Kabupaten Dompu. Sementara untuk industri olahan akan dibangun di Kabupaten Lombok Tengah.

Dia menjelaskan proyek hilirisasi ayam terintegrasi ini menyebar di sejumlah kabupaten/kota di NTB. Dompu diusulkan menjadi lokasi pembangunan pabrik pakan karena merupakan daerah penghasil jagung yang merupakan bahan baku pakan.

Program ini akan menjadi awal dari kebangkitan perunggasan di Nusa Tenggara Barat serta mampu memenuhi kebutuhan telur dan daging ayam yang selama ini sebagian didatangkan dari luar NTB. Program ini juga untuk memenuhi kebutuhan daging ayam dan telur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

2. Gubernur NTB sebut embrio kemandirian ekonomi sektor peternakan

IMG-20260204-WA0021.jpg
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan hilirisasi ayam terintegrasi di NTB menjadi langkah strategis untuk memutus ketergantungan hulu dan hilir yang selama ini dikuasai korporasi besar, sekaligus memperkuat kesiapan daerah dalam menyuplai kebutuhan MBG.

Dia menegaskan bahwa proyek ini merupakan embrio kemandirian ekonomi sektor peternakan di NTB. Iqbal menilai peternak lokal memiliki etos kerja yang kuat, namun kerap kalah bersaing akibat fluktuasi harga pakan dan bibit ayam yang dikendalikan oleh monopoli industri besar.

Iqbal menyebut sekitar 50 persen jagung sebagai bahan baku pakan nasional berasal dari NTB. Namun selama ini justru dikirim ke luar daerah dan kembali ke NTB dalam bentuk pakan dengan harga jauh lebih mahal.

“Persoalannya adalah hulu dan hilir yang tidak mampu kita kuasai. Mulai dari pakan hingga bibit ayam harus melewati beberapa tahap yang dikuasai monopoli besar. Dengan hadirnya industri ini, kita ingin 100 persen kebutuhan disediakan sendiri di sini,” ujarnya.

Untuk mendukung kemandirian pakan, Pemprov NTB melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan tengah mengembangkan riset formula pakan berbasis potensi lokal. Beberapa alternatif yang disiapkan antara lain pemanfaatan tepung kelor sebagai superfood dan maggot hasil pengolahan sampah organik sebagai sumber protein, guna mengurangi ketergantungan pada bahan impor.

Pembangunan industri ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan suplai dan permintaan akibat tingginya kebutuhan Program MBG. Saat ini, NTB telah memiliki 627 dapur MBG, melampaui target awal. Namun, tingginya permintaan dinilai berpotensi memicu inflasi jika tidak diimbangi ketersediaan pasokan.

3. Siapkan KUR puluhan miliar dengan bunga 3 persen

IMG-20260207-WA0079.jpg
Groundbreaking proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Sumbawa. (dok. Istimewa)

Untuk mempercepat penguatan sektor peternakan, Pemprov NTB menyiapkan skema pembiayaan melalui Bank NTB Syariah. Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali dibuka dengan alokasi Rp30 miliar untuk UMKM, Rp15 miliar untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), serta puluhan miliar rupiah untuk sektor peternakan dengan bunga rendah sebesar 3 persen yang disubsidi pemerintah.

Selain di Kabupaten Sumbawa, pengembangan industri perunggasan terintegrasi juga akan didorong ke Kabupaten Dompu guna memperkuat perekonomian wilayah selatan NTB. Secara teknis, proyek ini akan dikembangkan di tiga lokasi strategis.

Yaitu lahan BPTHMT Serading seluas 42 hektare akan dibangun farm parent stock berkapasitas 120 ribu ekor serta hatchery dengan kapasitas produksi 10 juta DOC per tahun.

Di Kecamatan Lopok, lahan seluas 10 hektare disiapkan sebagai pusat hilirisasi yang dilengkapi Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), cold storage berkapasitas 75 ton, serta unit pengolahan daging dan telur.

Sementara di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, lahan seluas 10 hektare akan dibangun pabrik pakan dengan kapasitas produksi hingga 120 ribu ton per tahun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More

Kematian Siswa SD di Ngada, DJPb NTT Ungkap Penyaluran BOS dan Dana Desa

07 Feb 2026, 18:46 WIBNews