Mataram, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebutkan sebanyak 28.650 orang pekerja masih terdampak pandemik COVID-19 di NTB. Atau angkanya sebesar 0,7 persen dari penduduk usia kerja di NTB.
Kepala BPS Provinsi NTB Wahyudin di Mataram, Jumat (5/5/2023) merincikan sebanyak 28.650 pekerja yang masih terdampak pandemik COVID-19 di NTB. Terdiri dari pekerja yang menjadi pengangguran karena pandemik COVID-19 sebanyak 4.940 orang, Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 sebanyak 3.930 orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 sebanyak 19.780 orang.
"Dampak pandemik Covid-19 terhadap kondisi ketenagakerjaan belum sepenuhnya hilang. Masih ada sekitar 19,78 ribu orang yang berkurang jam kerjanya jika dibandingkan dengan sebelum pandemik," kata Wahyudin di Mataram, Jumat (5/5/2023).
