Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wisatawan di NTB Diminta Waspada Cuaca Ekstrem Liburan Nataru
Suasana di Gili Trawangan Lombok Utara. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau wisatawan untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Wisatawan juga diminta untuk selalu mengikuti aturan dan petunjuk yang berlaku di destinasi wisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi, mengungkapkan bahwa musim libur akhir tahun biasanya identik dengan kegiatan relaksasi, hiburan, dan wisata. Namun, dia mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang bisa mengancam keselamatan.

"Akhir tahun ini banyak masyarakat yang ingin berlibur dan bersuka cita. Namun, dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, kita juga harus siap menghadapi kemungkinan situasi yang tidak diinginkan," kata Gita di Mataram, Sabtu (21/12/2024).

1. Ada potensi bencana di tengah libur Nataru

Sekda NTB Lalu Gita Ariadi. (IDN Times/Istimewa)

Gita menambahkan, cuaca ekstrem dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga puting beliung. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah upaya untuk meminimalisir dampak bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, menurut Gita, telah menyusun peta daerah rawan longsor. Di wilayah tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB telah diperintahkan untuk menyiagakan alat berat.

"BPBD sudah memiliki peta rawan longsor, dan Dinas PUPR telah diminta untuk standby, dengan petugas dan alat berat, di lokasi-lokasi yang berisiko tinggi. Ini untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas wisatawan selama Nataru," jelas Gita.

Berdasarkan peta tersebut, daerah rawan longsor tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Namun, daerah yang paling rawan berada di Pulau Sumbawa.

2. Jangan sampai suka cita menjadi duka cita

Salah satu destinasi wisata pantai di Kawasan Senggigi Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gita juga mengingatkan wisatawan yang akan mengunjungi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa untuk tetap waspada. Ia mengingatkan agar tidak mengabaikan petunjuk dan aturan yang ada di setiap destinasi wisata.

"Sering kali wisatawan abai terhadap peringatan di daerah rawan bencana, yang akhirnya mengarah pada kecelakaan. Misalnya, ada kejadian wisatawan yang hanyut di pantai. Di tengah suasana suka cita, jangan sampai berujung pada duka cita. Ikuti petunjuk petugas, terutama larangan-larangan yang ada, seperti larangan mandi di laut demi keselamatan bersama," ujar Gita.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Jamaluddin Maladi, juga mengimbau wisatawan untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca ekstrem yang sedang berlangsung. Ia telah meminta pengelola destinasi wisata alam untuk memasang rambu-rambu peringatan di area-area yang rawan, terutama di destinasi wisata pantai yang sering kali menelan korban jiwa.

3. Pengelola wisata alam pasang rambu-rambu peringatan

Salah satu destinasi wisata pantai di kawasan Senggigi Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Kapolda NTB Inspektur Jenderal Pol Hadi Gunawan, menegaskan bahwa pengamanan selama Nataru menjadi ujian bagi NTB di mata dunia. Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan wisatawan, terutama terkait dengan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.

"Polda NTB telah menyiapkan 1.385 personel, 20 pos pengaman, 11 pos pelayanan, dan 3 pos pelayanan terpadu untuk memastikan keamanan selama liburan Nataru," kata Hadi.

Fokus pengamanan akan dilakukan di tempat-tempat ibadah, tempat hiburan, destinasi pariwisata, hingga pusat perbelanjaan, guna memberikan rasa aman bagi wisatawan yang merayakan Natal dan Tahun Baru di NTB.

Editorial Team

Related Article