Mataram, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengaku prihatin dengan banyaknya pekerja migran yang terjerat rentenir. Iqbal menyoroti fenomena miris terkait pengelolaan keuangan para pekerja migran yang kerap habis tanpa bekas setelah bertahun-tahun merantau di luar negeri.
"Kami prihatin ketika ada PMI (Pekerja Migran Indonesia) yang berangkat dalam kondisi ekonomi terbatas, dan setelah bertahun-tahun bekerja, masih kembali dengan kondisi yang sama. Berangkat pakai sandal jepit, pulang pakai tas keresek. Karena itu, kami ingin mendorong budaya menabung, investasi, dan pengembangan usaha produktif," kata Iqbal, Sabtu (20/6/2026).
