Gubernur NTB Dapat Dukungan Pusat, Mori: Jadi Ketua KONI Ada Syaratnya!

- Calon Ketua KONI NTB Mori Hanafi menilai dukungan KONI Pusat kepada Gubernur Lalu Muhamad Iqbal bersifat normatif; seluruh kandidat tetap wajib memenuhi syarat TPP serta AD/ART.
- Mori menyambut kemungkinan Iqbal maju dalam pemilihan Ketua KONI NTB 2026-2030 dan menegaskan tim penjaringan terbuka bagi putra-putri terbaik daerah untuk memberi pilihan bagi cabang olahraga.
- Mori mengingatkan tugas Iqbal sebagai Ketua PB PON 2028 lebih besar, mencakup mayoritas persiapan ajang; sementara Iqbal belum memutuskan pencalonan dan akan istikharah terlebih dahulu.
Mataram, IDN Times - Calon Ketua KONI NTB, Mori Hanafi menanggapi pernyataan Ketua KONI Pusat, Marciano Norman yang mendukung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memimpin KONI NTB periode 2026-2030. Dia mengatakan dukungan KONI Pusat itu bersifat normatif dan setiap calon harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP).
"(Dukungan) KONI Pusat itu sifatnya normatif. Anda kami dukung, tetapi untuk menjadi ketua KONI itu ada syaratnya. Jadi kita juga senang KONI Pusat punya atensi khusus, tentunya kalau gubernur mau maju pasti ada atensi khusus juga," kata Mori usai mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030 di Mataram, Selasa (11/8/2026).
1. Mori sebut KONI bukan organisasi main-main

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman usai bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (7/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Mori mengatakan bahwa KONI adalah organisasi besar. KONI bukan organisasi main-main. Untuk itu, setiap orang yang mendaftar sebagai calon Ketua KONI NTB harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
"Tidak boleh cuma gara-gara saya mau maju, kemudian saya tidak memenuhi syarat, kemudian saya boleh, itu yang nggak boleh. Karena saya tetap berada di bawah organisasinya. Organisasi ini lebih tinggi daripada siapapun yang ada di kita. Sehingga kita harus taati semua persyaratan yang sudah ditentukan. Baik sesuai AD/ART maupun yang sudah dikeluarkan tim penjaringan," kata dia.
2. Senang jika Gubernur NTB maju sebagai calon Ketua KONI tapi ingatkan tugas besar Ketua PB PON

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir) Anggota Komisi V DPR RI itu mengaku senang jika Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal maju sebagai calon Ketua KONI NTB. Menurutnya, semua putra-putri terbaik NTB berhak ikut mencalonkan diri sebagai calon Ketua KONI NTB.
"Kalau memang pak gubernur daftar besok atau lusa, kalau buat kami semua anak daerah terbaik bisa mendaftar jadi ketua KONI. Tim penjaringan sangat terbuka, kita menyambut baik agar cabor punya banyak pilihan terkait calon ketua KONI yang lain," tambahnya.
3. Tugas Gubernur selaku ketua PB PON cukup besar

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dia mengingatkan bahwa tugas gubernur selaku Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) 2028 cukup besar. Mori menyebut sekitar 80 persen persiapan PON 2028 ditangani oleh Ketua PB PON, sedangkan Ketua KONI hanya mengurus sekitar 20 persen.
"Karena KONI hanya murni mengurus masalah prestasi atlet. Bagaimana pelatda, pembinaan atlet, latihan dan pada 2028, atlet itu pada puncak performanya. Sementara, PB PON itu mengurus kontingen, tamu, keamanan, kesehatan, pembukaan, penutupan dan transportasi," jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD NTB itu menjelaskan bahwa tugas gubernur sebagai Ketua PB PON cukup banyak. Dia juga mengatakan Gubernur NTB secara otomatis menjadi Ketua PB PON, tanpa perlu dipilih.
"Pekerjaannya lebih banyak ketua PB PON. Yang menyiapkan venue, hotel, transportasi dan lainnya, semua PB PON," tandas Ketua DPW Partai Nasdem NTB itu.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendapatkan dukungan dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menjadi Ketua KONI NTB 2026-2030. Dengan menjadi Ketua KONI NTB, Gubernur Iqbal dapat menyukseskan PON NTB-NTT 2028, karena dia juga menjabat Ketua PB PON.
Sementara, Gubernur Iqbal belum mengambil keputusan apakah akan maju sebagai Ketua KONI NTB. Dia mengatakan akan melakukan salat istikharah terlebih dahulu sebelum membuat keputusan apakah akan maju sebagai Ketua KONI NTB atau tidak.


















