Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Taman Nasional Mutis Timau di NTT Ditutup karena Cuaca Buruk
Petugas BBKSDA NTT memantau kondisi Gunung Mutis Timau. (Dok BBKSDA NTT)
  • BBKSDA NTT menutup sementara kunjungan wisata di Taman Nasional Mutis Timau mulai 10 Maret hingga 5 April 2026 karena cuaca buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
  • Penutupan ini bukan yang pertama, sebelumnya kawasan Mutis Timau juga ditutup pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 untuk pemulihan lingkungan dan pengendalian jumlah pengunjung.
  • Sebelum penutupan, sempat terjadi kasus pendaki mengalami hipotermia sehingga pihak BBKSDA mengimbau wisatawan agar mematuhi aturan dan selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar sepekan sebelum 26 Februari 2026

Seorang pendaki di kawasan Taman Nasional Mutis Timau mengalami hipotermia dan segera mendapat penanganan medis hingga pulih.

26 Februari - 9 Maret 2026

BBKSDA NTT menutup kunjungan wisata di Taman Nasional Mutis Timau untuk kegiatan maintenance dan recovery lingkungan.

10 Maret - 5 April 2026

BBKSDA NTT kembali menutup sementara seluruh kegiatan wisata di Taman Nasional Mutis Timau karena cuaca buruk yang berpotensi membahayakan pengunjung.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kegiatan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Mutis Timau ditutup sementara akibat kondisi cuaca buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
  • Who?
    Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur melalui Kepala Balai Adhi Nurul Hadi mengumumkan kebijakan penutupan tersebut.
  • Where?
    Penutupan berlaku di kawasan Taman Nasional Mutis Timau, wilayah Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Kebijakan berlaku mulai 10 Maret hingga 5 April 2026, setelah sebelumnya juga dilakukan penutupan pada 26 Februari hingga 9 Maret 2026.
  • Why?
    Penutupan dilakukan karena laporan BMKG menunjukkan potensi hujan, kabut, dan angin kencang yang dapat mengancam aktivitas wisata serta keselamatan pengunjung.
  • How?
    BBKSDA NTT menerbitkan pengumuman resmi bernomor PG.2/K.5/BIDTEK/KSA.04.01/B/03/2026 dan mengimbau masyarakat menunda perjalanan ke Mutis Timau selama masa penutupan berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tempat wisata di gunung Mutis Timau ditutup dulu karena cuacanya jelek sekali. Katanya sering hujan, angin, dan kabut tebal. Orang dari BBKSDA NTT bilang ini supaya semua orang aman. Dulu tempat itu juga sempat ditutup buat perbaikan alam. Ada pendaki yang pernah kedinginan, tapi sekarang sudah sembuh lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Penutupan sementara Taman Nasional Mutis Timau menunjukkan komitmen BBKSDA NTT dalam menempatkan keselamatan dan kelestarian alam sebagai prioritas utama. Dengan mempertimbangkan laporan cuaca dari BMKG serta pengalaman sebelumnya, kebijakan ini mencerminkan tanggung jawab pengelola dalam melindungi pengunjung sekaligus memberi waktu bagi lingkungan untuk pulih secara alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menutup sementara seluruh kegiatan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Mutis Timau.

Kebijakan tersebut diumumkan melalui pengumuman bernomor PG.2/K.5/BIDTEK/KSA.04.01/B/03/2026 oleh BBKSDA NTT dan berlaku selama 10 Maret - 5 April 2026. Kepala Balai Besar KSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, menjelaskan penutupan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca buruk di wilayah NTT.

1. Cuaca jadi ancaman aktivitas wisata

ilustrasi hujan deras (pexels.com/Pixabay)

Pertimbangan faktor cuaca ini berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Laporan itu menyatakan wilayah NTT yang berpotensi mengalami hujan maupun kabut sehingga berisiko bagi keselamatan pengunjung di kawasan konservasi tersebut.

Petugas di lapangan pun membenarkan laporan prakiraan cuaca tersebut. Pantauan di lokasi, kata Adhi, kawasan Mutis Timau masih sering hujan disertai angin dan kabut yang dapat mengancam aktivitas di jalur pendakian, perkemahan, hingga kegiatan wisata lainnya di kawasan tersebut.

Ia mengimbau masyarakat dan calon pengunjung untuk menunda perjalanan ke kawasan Mutis Timau selama masa penutupan ini.

"Agar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan ini demi keselamatan bersama," tukasnya.

2. Sudah sempat ditutup sebelumnya

Tanda dilarang melintas. (freepik.com/frimufilms)

Sebelumnya BBKSDA NTT juga sempat menutup kunjungan wisatawan atau pendaki ke kawasan tersebut pada 26 Februari - 9 Maret 2026. Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA NTT, Wantoko, pada saat itu menyampaikan tujuan penutupan ini terkait maintenance dan recovery lingkungan di Taman Nasional Mutis Timau.

Ia menyatakan kunjungan wisata ke Mutis Timau cukup tinggi, terutama saat akhir pekan. Rata-rata 70 hingga 100 pengunjung datang setiap Sabtu dan Minggu, terutama untuk menikmati Hutan Ampupu, Padang Lelofui, hingga mendaki Puncak Mutis.

Pihaknya juga menerapkan sistem kuota pendakian untuk mengendalikan jumlah pengunjung di kawasan konservasi tersebut.

3. Sempat ada pendaki alami hipotermia

ilustrasi hipotermia (unsplash.com/Irfan Syahmi)

Ia juga membenarkan adanya pendaki yang mengalami hipotermia sepekan sebelum kebijakan penutupan kunjungan pada periode 26 Februari - 9 Maret 2026 ini. Pendaki tersebut langsung mendapatkan penanganan medis hingga pulih.

Untuk itu ia mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan Mutis Timau dan mengindahkan larangan yang sudah ditetapkan.

“Ini bukan tentang menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan diri sendiri dan menghormati alam. Utamakan keselamatan, nikmati setiap proses menuju puncak, dan bawalah kembali sampahmu turun,” tegasnya.

Editorial Team