Insinerator bantuan KKP di TPST Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Didik mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sempat meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan riset insinerator yang layak untuk membakar sampah di Indonesia. Karena selama ini, KLH tidak membolehkan penggunaan insinerator, apalagi di kawasan Gili Trawangan.
"Makanya kemarin sempat pak Prabowo minta BRIN, coba teliti mana insinerator yang layak untuk membakar sampah di seluruh Indonesia. Jangan cuma melarang, mana yang benar," tuturnya.
Dalam waktu dekat, Menteri Lingkungan Hidup akan datang ke NTB dalam rangka peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kabupaten Sumbawa. Kesempatan itu akan dimanfaatkan untuk menyampaikan persoalan sampah di Gili Trawangan dan mendeknya izin penggunaan insinerator.
Persoalan sampah di Gili Trawangan membutuhkan penanganan yang mendesak. Karena saat ini, kondisi sampah di sana sudah menggunung. Pantauan IDN Times, Minggu (24/5/2026) lalu, sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gili Trawangan kian menggunung.
Berdasarkan keterangan dari para pekerja di sana, volume sampah yang masuk ke TPST Gili Trawangan mencapai 18 ton per hari. Sampah yang dibuang ke sana berasal dari sampah hotel, restoran dan tempat usaha pariwisata di kawasan Gili Trawangan. Kebanyakan sampah yang dibuang ke sana adalah sampah plastik, botol, dan sampah organik lainnya.