Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20250909-WA0021.jpg
Ilustrasi banjir akibat hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok memperingatkan potensi cuaca ekstrem melanda wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 20 November hingga 3 Desember 2025. Kepala Stasiun Meteorologi ZAM Lombok, Satria Topan Primadi, Sabtu (29/11/2025) mengungkapkan saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer yang mampu menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Indonesia khususnya di sebagian wilayah Provinsi NTB.

Disebutkan terdapat tiga gangguan atmosfer yang terpantau, yaitu adanya belokan angin dan perlambatan kecepatan angin di sekitar wilayah NTB. Kemudian kelembapan udara yang cenderung basah di berbagai ketinggian. Serta labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB.

1. Peningkatan pertumbuhan awan cumulonimbus di NTB

Ilustrasi awan tebal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Topan mengungkapkan berdasarkan hasil analisis kondisi dinamika atmosfer menunjukkan potensi peningkatan pertumbuhan awan konvektif atau awan cumulonimbus di beberapa wilayah NTB. Sejumlah wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang pada periode 29 November 2025 hingga 3 Desember 2025.

Dia mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah rawan bencana agar terus waspada dan siaga. Terutama pada saat terjadi hujan lebat, untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, dan pohon tumbang.

2. Daftar wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem di NTB

Ilustrasi hujan lebat di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Topan menyebutkan wilayah-wilayah yang berpotensi dilanda cuaca ekstrem di NTB pada periode 29 November hingga 3 Desember 2025. Antara lain:

  • 29 November 2025: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima

  • 30 November 2025: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima

  • 1 Desember 2025: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, Kota Bima.

  • 2 Desember 2025: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima,Kota Bima.

  • 3 Desember 2025: Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu.

3. Ancaman gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan NTB

Ilustrasi gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir Pantai Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Topan juga mengungkapkan potensi gelombang tinggi di perairan NTB dalam tiga hari ke depan. Pada 29 November 2025, kategori tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Lombok bagian Utara, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.

Selanjutnya pada 30 November 2025, kategori tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.

Sedangkan pada 1 Desember 2025, kategori tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter di Selat Lombok bagian Selatan, Selat Alas bagian Selatan, Selat Sape bagian Selatan, dan Samudera Hindia Selatan NTB.

Editorial Team