Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Didominasi Wisman, 19 Ribu Wisatawan Mendaki Rinjani dalam Dua Bulan

Didominasi Wisman, 19 Ribu Wisatawan Mendaki Rinjani dalam Dua Bulan
Para pendaki camping di pinggir Danau Segara Anak Gunung Rinjani Lombok NTB. (IDN Times/Istimewa)
Share Article

Mataram, IDN Times - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencatat sebanyak 19.140 wisatawan mendaki Gunung Rinjani dalam dua bulan terakhir yaitu periode April dan Mei 2026. Sebagian besar pendaki merupakan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 10.360 orang atau 54,13 persen, sedangkan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 8.780 orang atau 45,87 persen.

Ketua Pokja World Class Mountaineering BTNGR, Budi Soesmardi dikonfirmasi IDN Times di Mataram, Senin (15/6/2026), menjelaskan aktivitas pendakian di Gunung Rinjani menggeliat sejak pembukaan pendakian pada April lalu.

Pada April 2026, wisman yang mendaki sebanyak 4.296 orang, sedangkan wisnus sebanyak 3.806 orang. Sementara pada Mei 2026, wisman yang mendaki Gunung Rinjani sebanyak 6.059 orang, sementara wisnus sebanyak 4.925 orang.

1. Wisnus dominasi wisata non pendakian

IMG_20250701_065518_196.jpg
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan Sembalun dari Bukit Selong Kawasan Gunung Rinjani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Untuk wisata non pendakian, kata Budi, didominasi wisatawan Nusantara (wisnus). Sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 14.753 wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata non pendakian Gunung Rinjani. Terdiri dari wisnus sebanyak 10.926 orang atau 74,08 persen, sedangkan wisman sebanyak 3.827 orang atau 25,94 persen.

Dia merincikan pada Januari sebanyak 10 wisman dan 2.422 wisnus, Februari sebanyak 18 wisman dan 1.179 wisnus. Kemudian Maret sebanyak 18 wisman dan 4.112 wisnus, April sebanyak 32 wisman dan 3.154 wisnus serta Mei sebanyak 59 wisman dan 3.749 wisnus.

Budi menyebutkan total wisatawan yang mengunjungi kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani baik wisata pendakian dan non pendakian sampai Mei 2026 sebanyak 33.893 orang. Dengan rincian, sebanyak 19.706 wisnus atau 58,1 persen dan 14.187 wisman atau 41,9 persen.

2. Total PNBP yang terkumpul Rp7,6 miliar

IMG_20250717_101424_657.jpg
Gunung Rinjani, Lombok, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari aktivitas pendakian dan non pendakian di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, berhasil dikumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp7,6 miliar hingga Mei 2026. Dia merincikan pada bulan Januari, PNBP yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp6.360.000, Februari Rp26.508.000 dan Maret sebesar Rp13.407.500.

Kemudian melonjak tajam seiring dibukanya kembali aktivitas pendakian pada April 2026 yaitu sebesar Rp3,06 miliar. Pada Mei 2026, PNBP yang berhasil dikumpulkan kembali meningkat menjadi Rp4,5 miliar.

3. Perbaiki fasilitas pada enam jalur pendakian

IMG-20260526-WA0032.jpg
Proses evakuasi pendaki Malaysia yang kecelakaan di Gunung Rinjani menggunakan helikopter pada Selasa (26/5/2026) pagi. (dok. SAR Mataram)

Untuk memastikan aktivitas pendakian berlangsung lebih aman, nyaman, dan tetap memperhatikan kelestarian kawasan, dilakukan perbaikan sarana dan prasarana pada enam jalur pendakian Gunung Rinjani.

Pada jalur pendakian Sembalun dilakukan pemasangan bronjong pada lokasi sebelum Pos 3, tangga Pelawangan menuju puncak, dan jalur menuju danau. Kemudian pemasangan geobag setelah Pos 4, Jalur Naga, serta tangga Pelawangan menuju puncak. Pemasangan reling besi dan tali setelah Pos 4, Jalur Naga serta perbaikan Jembatan Hijau.

Pada jalur pendakian Senaru, dilakukan pemasangan reling dan tali dari Batu Ceper menuju Pelawangan Senaru. Sedangkan di jalur pendakian Torean dilakukan pemasangan tangga besi sebelum Air Terjun Penimbungan. Selain itu, pemasangan dek besi sebagai sambungan tangga setelah Air Terjun Penimbungan dan pemasangan reling dan tali pada titik Batu Licin serta area penyeberangan sungai setelah Batu Licin serta pembangunan shelter.

Pada jalur pendakian Timbanuh dilakukan perbaikan Jembatan Kali Blimbing, serta pekerjaan reling besi, tali, dan pengeprasan lahan di kawasan Jurang Rajek. Kemudian pada jalur pendakian Tetebatu dilakukan pembuatan tangga pada jalur Mata Air Aten Manuk, pemasangan reling dan tali menuju puncak Sangkareang/Kondo serta penggantian tali dan reling menjelang Puncak Sangkareang/Kondo.

Sementara di jalur pendakian Aik Berik dilakukan pemasangan reling dan tali serta pengeprasan lahan. Dia mengimbau seluruh pendaki untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas, serta menjaga fasilitas yang telah disediakan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Mengenal Slow Productivity agar Tidak Burnout dan Tetap Efektif

15 Jun 2026, 22:30 WIBNews