Jadi Penyuplai Bahan MBG, NTT Bakal Aktifkan 14 Koperasi Merah Putih

- Pemerintah akan mengaktifkan 14 dari 95 Koperasi Merah Putih di NTT pada Juni 2026, meski masih terkendala pasokan listrik, air, dan jaringan internet.
- Setiap gerai KDMP akan dilengkapi kendaraan logistik untuk menyalurkan hasil bumi masyarakat ke dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari rantai ketahanan pangan daerah.
- Koperasi Merah Putih juga akan menyediakan LPG 3 kg seharga sekitar Rp16 ribu agar warga NTT lebih mudah mendapatkannya serta memperoleh keuntungan melalui sisa hasil usaha tahunan.
Kupang, IDN Times - Pemerintah akan memulai aktivasi Koperasi Merah Putih di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan uji coba pertama 14 unit dari 95 unit yang siap aktivasi. Uji coba ini akan dimulai pada Juni 2026 di beberapa wilayah di NTT. Semua koperasi akan menyuplai bahan-bahan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wilayah Bali Nusa Tenggara, PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjen TNI (Purn) Joao Xavier Barreto Nunes, menyampaikan ini kepada media, Selasa (9/6/2026). Joao menyebut hal ini usai memantau salah satu gerai KDMP Desa Kotabes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, NTT.
1. Menunggu pasokan listrik, air dan internet

Ia memaparkan ada 1.862 lahan di wilayah NTT yang saat ini terdaftar untuk pembangunan KDMP dengan 1.712 lahan yang telah terverifikasi. Joao menyebut untuk jumlah desa pendirian KDMP sendiri tersebar di 3.442 desa dan kelurahan di NTT, atau dengan kata lain di seluruh NTT.
Sementara progres fisik pembangunan yang sudah berjalan yaitu 1.536 KDMP dengan 128 KDMP yang telah selesai proses pembangunannya. Salah satunya, kata dia, ialah KDMP Desa Kotabes yang memakai lahan seluas 1.867 m².
Selanjutnya KDMP yang siap aktivasi di NTT saat ini adalah 95 gerai namun hanya 14 titik yang bisa diuji pada Juni tahun ini. Menurutnya, kendala yang masih dihadapi ialah jaringan listrik ke gerai KDMP, termasuk pasokan air dan internet.
"Dan setelah saya vicon dengan Wakil Panglima TNI, sesungguhnya di NTT dari 128 KDMP ini 95 yang bulan Juni ini diaktivasi. Tapi setelah dicek ada kendala. Nanti kita uji coba di bulan Juni ini di 14 titik," jelas dia.
2. Dapat kendaraan logistik ke dapur MBG

Setiap gerai akan didukung dengan kendaraan berupa satu truk, satu unit pikap, dan dua motor roda tiga yang mempermudah distribusi logistik. Salah satu alasannya, kata Joao, karena dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) akan mendapatkan suplai dari KDMP yang mengumpulkan hasil bumi dari masyarakat desa.
Untuk itu ia ingin masyarakat desa bisa menjual hasil bumi kepada Koperasi Merah Putih yang mana akan dibeli sebagai suplai juga kepada tiap dapur MBG.
"Dari sini mau pun ke dapur MBG maka siklusnya akan berputar, mulai dari ketahanan pangan. Semua hasil bumi di masyarakat dibawa ke koperasi. Koperasi yang menampung dan akan menyalurkan ke dapur-dapur MBG," jelas dia.
3. Ingin warga menikmati LPG 3 kg

Koperasi Merah Putih di NTT ini akan menyediakan juga kebutuhan gas LPG seukuran 3 kilogram (kg) seharga Rp 16 ribuan. Joao ingin masyarakat NTT menikmati kehadiran gas LPG 3 lewat KDMP karena pasokannya selama ini yang sulit ditemui di pasaran.
"Karena itu kita mau LPG 3 kg juga tersedia dan dapat dimanfaatkan masyarakat," sambungnya.
Ia juga menjanjikan nantinya di akhir tahun juga ada sisa hasil usaha (SHU) atau keuntungan bersih yang diperoleh masyarakat yang menjadi anggota KDMP.
"Jadi duit itu akan kembali ke masyarakat. Ini yang perlu kita perhatikan. Jadi program ini mulia dan luar biasa dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat," sebutnya.


















