4.313 Jemaah Haji NTB Telah Dipulangkan dari Arab Saudi

Mataram, IDN Times - Kanwil Kemenhaj NTB mencatat sebanyak 4.313 jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat, telah dipulangkan dari Arab Saudi. Ribuan jemaah haji yang telah tiba di kampung halaman itu berasal dari 11 kelompok terbang (kloter).
"Jumlah jemaah haji yang telah dipulangkan ke daerah asal sebanyak 4.313 orang," kata Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhamad Amin di Mataram, Selasa (16/6/2026).
1. Satu jemaah haji kloter 11 dirujuk jelang keberangkatan

Pada Senin (15/6/2026), jemaah haji kloter 11 tiba di Debarkasi Lombok dengan membawa 383 jemaah dan empat petugas atau total 387 orang. Kloter 11 berasal dari Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu semula berjumlah 388 orang.
"Satu jemaah dirujuk sebelum keberangkatan menuju Bandara Jeddah sehingga jumlah yang kembali ke Tanah Air menjadi 387 orang," jelasnya.
Sementara itu, pada Selasa (16/6/2026), jemaah haji NTB dari kloter 12 asal Lombok Timur dan Lombok Tengah dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Lombok pukul 22.58 WITA. Sehingga, tinggal tiga kloter jemaah haji NTB yang akan dipulangkan dari Arab Saudi.
2. Jemaah risiko tinggi mencapai 2.579 orang

Amin menyebutkan jumlah jemaah haji NTB kategori risiko tinggi (Risti) mencapai 2.579 orang, termasuk 305 orang yang tergabung dalam kloter 11. Berdasarkan data usia pada Kloter 11, jemaah tertua berusia 95 tahun, sedangkan termuda 18 tahun.
Untuk barang bawaan, hingga hari ke-14 pemulangan jemaahbhaji NTB tercatat 4.313 tas bagasi, 4.313 tas kabin, 246 kursi roda, dan empat tongkat. Pada kloter 11, terdapat 388 tas bagasi, 388 tas kabin, dan 38 kursi roda.
"Koper dan bagasi tetap berjumlah 388 pcs meskipun satu jemaah dirujuk sebelum keberangkatan," kata Amin.
3. Jemaah haji NTB yang wafat 12 orang

Kemenhaj NTB juga mencatat sebanyak 12 jemaah haji yang wafat hingga Kamis (11/6/2026). Pada Kamis (11/6/2026), seorang jemaah haji asal Kabupaten Bima yang tergabung dalam Kloter 4 meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi NTB.
Jemaah tersebut dirawat sejak 4 Juni 2026 dengan diagnosis suspek pneumonia. Jemaah haji tersebut menghembuskan napas terakhir pada Kamis pagi setelah menjalani perawatan selama beberapa hari. Sebelumnya, sebanyak 11 jemaah haji asal NTB dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Jumlah tersebut terdiri atas tiga jemaah asal Kabupaten Bima, tiga jemaah asal Lombok Tengah, tiga jemaah asal Lombok Timur, dan dua jemaah asal Kabupaten Sumbawa. Dengan bertambahnya satu jemaah yang meninggal dunia di NTB, total jemaah haji asal NTB yang wafat selama musim haji 2026 kini mencapai 12 orang.


















