Kru dari Program Garuda. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Menurut Haris, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu daerah prioritas dalam upaya pengentasan kemiskinan. Sebanyak 3.442 desa dan kelurahan di provinsi tersebut akan menjadi sasaran intervensi pemerintah, salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengatakan masih ada tiga kabupaten di NTT yang berstatus daerah tertinggal dari total 30 daerah tertinggal di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Kabupaten Sabu Raijua.
Karena itu, Haris menilai program pemberdayaan masyarakat perlu diperkuat agar mampu mengatasi persoalan sosial sekaligus menurunkan angka kemiskinan di wilayah-wilayah tersebut.
"NTT ini masih memiliki 3 kabupaten kota yang masuk daerah tertinggal. Di Sumatra ada satu yaitu Nias Utara. Selebihnya ada di Papua. Total hingga saat ini ada sekitar 30 kabupaten yang masuk daerah tertinggal," jelas dia.
Perubahan ini, kata dia, tidak bisa lagi lewat bansos dan subsidi yang sebelumnya memakan sebagian besar anggaran pemerintah pusat.
"Ternyata kalau kita rekap dari seluruh APBN, anggaran yang dikeluarkan dari total APBN yang hampir Rp 500 triliun lebih dibelanjakan untuk bantuan sosial tapi kenapa kemiskinan belum selesai," jelas dia.
Ia menyebut pada tahun 1995 angka kemiskinan mencapai 25 juta jiwa kemudian saat ini 23 juta jiwa atau baru turun sekitar 2 juta penduduk. Memang jumlah ini tak sebanding dengan rasio jumlah penduduk yang meningkat.