Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
NTB Gandeng BRIN Atasi Krisis Air Bersih Pakai Teknologi Nuklir
BPBD Bima saat distribusi air bersih ke warga yang terdampak krisis air bersih (Dok/BPBD Kabupaten Bima)

Mataram, IDN Times - Masalah krisis air bersih yang melanda wilayah selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa selama berpuluh-puluh tahun akhirnya menemukan titik terang. Pemprov NTB menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk berkolaborasi melakukan eksplorasi besar-besaran, salah satunya dengan menjajaki teknologi nuklir.

Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, telah menggelar audiensi dengan Kepala BRIN, Arif Satria. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Iqbal meminta BRIN untuk melakukan riset dan pemetaan sungai bawah tanah di wilayah NTB yang selama ini belum terjamah secara optimal.

1. Pemetaan aliran sungai bawah tanah menggunakan teknologi nuklir

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ide pemanfaatan teknologi nuklir ini, kata Iqbal berdasarkan pengalaman saat berkiprah di kancah internasional. Iqbal menceritakan pengalamannya pada 2011 silam, saat bersentuhan langsung dengan isu teknologi nuklir untuk kemanusiaan. Pada waktu itu, dia menjadi perwakilan di Badan Tenaga Atom Internasional.

"Saya menyampaikan kepada dunia internasional tentang keberhasilan BATAN (sebelum melebur ke BRIN) melakukan pemetaan aliran sungai bawah tanah dengan memanfaatkan teknologi nuklir, yang pada saat itu didukung oleh pemerintah Jerman," tutur Iqbal, Selasa (22/6/2026).

2. Teknologi nuklir bisa menjadi juru selamat warga yang krisis air bersih puluhan tahun

Ilustrasi krisis air bersih. IDN Times/Asrhawi Muin

Pengalaman sukses masa lalu itulah yang memantapkan langkahnya untuk menggandeng BRIN. Iqbal optimistis, teknologi serupa bisa menjadi juru selamat bagi warga NTB yang puluhan tahun menjerit karena krisis air.

"Hal itu menginspirasi saya mengajak BRIN untuk membantu kami mencari solusi bagi masyarakat kami yang sudah sekian puluh tahun mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah pesisir selatan Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa," tambahnya.

Selain fokus menyelesaikan urusan air bersih, Gubernur Iqbal juga membawa misi ekonomi untuk mendongkrak kesejahteraan nelayan NTB. Ia memaparkan bahwa NTB memiliki modal alam yang sangat besar di sektor industri perikanan.

Pemprov NTB berharap penuh agar BRIN memberikan dukungan riset untuk pengembangan budidaya ikan karang bernilai tinggi. Jika riset ini berhasil dikembangkan, komoditas ikan karang asal NTB diproyeksikan bisa merajai pasar ekspor dan menjadi sumber pendapatan baru yang menjanjikan bagi daerah.

3. BRIN akan eksekusi pada Juli mendatang

Audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dengan Kepala BRIN Arif Satria terkait riset mengatasi krisis air bersih di wilayah NTB. (dok. Istimewa )

Kepala BRIN, Arif Satria merespons usulan dengan pendekatan berbasis sains yang ditawarkan oleh Pemprov NTB. Dia merespons positif dan menjadwalkan langkah konkret pada Juli mendatang untuk melakukan follow up dan mematangkan eksekusi dari usulan-usulan tersebut.

Sinergi antara sains dan kebijakan kepala daerah ini diharapkan menjadi game changer bagi masa depan NTB. Mengubah wilayah kekeringan menjadi sumber air, sekaligus menyulap potensi laut menjadi industri bernilai tinggi.

Editorial Team

Related Article