Limbah Merkuri Tambang Ilegal Ancam Kesehatan Warga Sekotong

Mataram, IDN Times - Warga di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghadapi ancaman serius dari paparan limbah merkuri yang digunakan dalam aktivitas pertambangan emas ilegal. Pemerintah Provinsi NTB bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengambil tindakan dengan menutup tambang emas ilegal di Sekotong pada Jumat (4/10/2024).
Para penambang diketahui menggunakan merkuri untuk mengekstraksi emas. Berdasarkan investigasi di lapangan oleh Pemprov NTB dan KPK, merkuri yang digunakan dalam tambang ilegal tersebut diduga berasal dari Tiongkok.
1. Bahaya merkuri bagi kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Lalu Hamzi Fikri, menegaskan bahwa merkuri merupakan zat berbahaya bagi tubuh manusia. Penggunaan alat kesehatan yang mengandung merkuri pun telah dilarang di NTB karena risikonya yang serius.
“Jika seseorang terpapar merkuri, bisa terjadi gangguan metabolik seperti gangguan pencernaan, pernapasan, hingga masalah kulit dan ginjal,” ujar Fikri saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (5/10/2024).
2. Risiko kanker dari limbah merkuri

Fikri juga mengungkapkan bahwa limbah merkuri memiliki efek jangka pendek dan jangka panjang yang berbahaya, terutama jika mencemari lingkungan. Ketika limbah merkuri mengalir ke laut akibat aktivitas tambang emas ilegal, ekosistem laut turut terancam. Ikan-ikan yang terkontaminasi merkuri dapat membahayakan kesehatan manusia ketika dikonsumsi.
“Dampak yang paling serius adalah kerusakan pada sistem saraf, otak, ginjal, dan kulit. Merkuri dapat masuk ke dalam tubuh melalui pembuluh darah dan menyebabkan berbagai penyakit, termasuk paru-paru. Yang paling mematikan adalah efek jangka panjang yang bisa memicu kanker,” jelas Fikri.
Paparan merkuri di dalam tubuh dapat mengaktifkan sel kanker, sehingga mempercepat penyebarannya. “Oleh karena itu, sangat penting menjaga kebersihan lingkungan agar tidak tercemar bahan kimia berbahaya,” tambahnya.
3. Pemeriksaan kesehatan dan pengambilan sampel lingkungan

Menanggapi aktivitas tambang emas ilegal di Sekotong yang menggunakan merkuri, Dinas Kesehatan NTB mendorong Puskesmas setempat untuk melakukan uji sampel guna mengevaluasi dampak paparan merkuri pada masyarakat dan lingkungan.
"Puskesmas memiliki kewajiban untuk memantau kesehatan lingkungan warga. Jika mereka kesulitan menangani masalah ini, Dinas Kesehatan Lombok Barat siap memberikan dukungan," kata Fikri.
Ia juga menyoroti risiko yang dihadapi ibu hamil dan bayi apabila terpapar merkuri. "Kita memiliki laboratorium kesehatan untuk memastikan air yang dikonsumsi masyarakat bersih dan bebas dari zat kimia berbahaya. Puskesmas bisa mengambil sampel air dan mengirimnya ke laboratorium untuk diperiksa," tutupnya.




















