Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kepulangan Jemaah Umrah Asal Lombok Tertunda Akibat Konflik Timur Tengah
Jamaah umrah asal Lombok saat berada di Masjidil Haram (IDN Times/Istimewa)

Lombok Timur, IDN Times Konflik antara Iran dan Israel menyebabkan kepulangan ratusan jemaah umrah asal Lombok Timur tertunda. Mereka dilaporkan terlantar dan mengalami kendala serius akibat pengalihan rute penerbangan serta lonjakan harga tiket yang mencapai puluhan juta rupiah.

Hal ini diungkapkan langsung oleh pemilik travel umrah Zara Tour and Travel, TGH Muzayyin, saat diwawancarai wartawan pada Selasa (31/3/26). Menurut Muzayyin, masalah utama yang dihadapi jemaah bukanlah ketidakmampuan untuk pulang, melainkan perubahan jadwal dan rute penerbangan yang membuat mereka tertahan lebih lama di Tanah Suci.

"Dialihkannya itu yang kesannya tidak bisa pulang. Sebenarnya tetap aman, jemaah ini bisa pulang. Namun pesawatnya dialihkan, yang semula melalui Dubai lalu Singapura, akhirnya sekarang jalur itu tidak aman," ujarnya.

1. Penerbangan aman hanya Jeddah-Jakarta

Pemilik travel umrah Zara Tour and Travel, TGH Muzayyin (IDN Times/Istimewa)

Ia menjelaskan, saat ini rute yang dinilai aman hanya penerbangan langsung Jeddah-Jakarta tetapi harga tiket melonjak drastis. Akibatnya, jemaah harus menambah biaya pembelian tiket.

"Kalau dari Jeddah ke Jakarta, maskapai Saudia Arabia Air Line sekitar Rp23 juta, tapi kalau Garuda bisa mencapai Rp25 juta karena limit tiket. Itulah yang menyebabkan jemaah tertunda kepulangannya," terangnya.

Muzayyin memastikan bahwa jemaah binaannya tidak bermasalah, sebab memilih maskapai yang penerbangan langsung Jakarta Jeddah-Jakarta, bahkan ada travel lain yang meminta bantuan untuk pembelian tiket. Ia menyebut sebanyak 109 orang pada 22 dan 23 Maret sudah pulang dengan aman melalui Garuda langsung Jeddah -Jakarta. Selanjutnya, sekitar 250 orang juga dijadwalkan berangkat dari Lombok pada 1 April mendatang.

"Insya Allah aman. Saya sendiri masih di Madinah," tambahnya.

2. Jemaah terlantar karena paket murah

ilustrasi umrah (pexels.com/Mutahir Jamil)

Terkait jemaah yang terkesan lama berada di Mekah, ia menjelaskan bahwa mereka umumnya adalah jemaah dengan paket murah yang menggunakan rute penerbangan berliku melalui Singapura, Brunei, atau Dubai.

"Mereka tidak punya uang untuk membeli tiket yang harganya tinggi. Akhirnya cari apartemen murah Rp500.000 per malam, biaya makan minum ditanggung sendiri atau yang dikirimi keluarga dari Lombok," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa semua jemaah dari travel binaannya pulang dengan selamat, bahkan ada yang kembali berangkat lagi. Terkait travel lain yang jamaahnya terlantar, ia mengaku tidak mengetahui karena mereka hanya datang meminta bantuan.

"Bukan travel saya yang bermasalah. Travel saya Alhamdulillah aman," pungkasnya.

3. Akui kepulangan jemaah tertunda, namun belum terima laporan resmi

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lombok Timur, Makinuddin (IDN Times/Ruhaili)

Menanggapi persoalan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Haji dan Umrah Lombok Timur, Makinuddin, membenarkan bahwa terdapat jemaah yang mengalami penundaan kepulangan akibat situasi konflik.

"Itu masih tertahan dari jadwal yang seharusnya dua minggu, tapi banyak yang belum pulang. Memang ada yang tertunda kepulangan mereka karena pengaruh perang," ujar Makinuddin saat dikonfirmasi terpisah.

Namun, ia mengakui bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai identitas jamaah yang terlantar.

"Datanya belum kita lihat, secara informasi seperti itu saja. Orangnya siapa, dari mana juga belum kita tahu. Belum ada laporan ke kita," jelasnya.

Makinuddin menambahkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah memberikan kelonggaran terkait masa tinggal jemaah umrah akibat situasi tersebut. Namun, berdasarkan informasi resmi dari Saudi, per tanggal 18 Januari hingga April mendatang, jamaah umrah sudah harus pulang karena akan dimasuki jemaah haji.

"Langkah kami, kalau misalkan ada seperti itu, sudah ada instruksi dari pemerintah pusat, Kementerian Haji dan Umrah Pusat pasti sudah berkomunikasi. Saya pikir itu sudah dikondisikan," ucapnya.

Editorial Team