Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapolda NTT Sempat Tawarkan dr. Icha Terapi Mental usai Diintimidasi
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat tawari dr. Icha terapi kesehatan mental. (IDN Times/Putra Bali Mula)

  • Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko sempat menawarkan terapi mental USEFT kepada dr. Icha setelah mengetahui adanya intimidasi, namun tawaran itu ditolak karena korban sudah ditangani psikiater.
  • Metode USEFT diyakini mampu menetralkan trauma dan depresi, dapat dilakukan langsung atau daring tanpa biaya, dengan syarat pasien memiliki kemauan kuat untuk pulih.
  • Polda NTT pernah berhasil menangani kasus anak di Sikka yang hendak bunuh diri melalui terapi USEFT, menunjukkan efektivitas metode ini dalam membantu pemulihan psikologis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol Rudi Darmoko menawarkan terapi kesehatan mental metode USEFT kepada dr. Icha setelah mendengar kabar intimidasi dan kondisi depresi berat yang dialaminya.
  • Who?
    Irjen Pol Rudi Darmoko, Kapolda NTT; dr. Icha sebagai korban intimidasi; serta tim terapis Polda NTT termasuk Ketua Bhayangkari Polda NTT Vily Rudi Darmoko.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Markas Polda NTT, Kupang, sementara perawatan dan komunikasi dengan keluarga dr. Icha dilakukan melalui fasilitas kesehatan terkait di wilayah tersebut.
  • When?
    Kejadian intimidasi terhadap dr. Icha terjadi pada 13 Juni 2026, sedangkan penjelasan Kapolda disampaikan pada Sabtu, 4 Juli 2026.
  • Why?
    Tawaran terapi diberikan untuk membantu pemulihan mental dr. Icha yang mengalami depresi berat akibat intimidasi, meski akhirnya tidak dijalankan karena ia sudah ditangani psikiater.
  • How?
    Kapolda menghubungi terapis USEFT agar menawarkan bantuan kepada keluarga dr. Icha tanpa biaya, namun terapi tidak dilakukan karena pasien menolak dan memilih melanjutkan perawatan psikiater.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada dokter namanya Icha yang dulu sedih dan takut karena diintimidasi. Polisi besar di NTT, Pak Rudi, mau bantu dia dengan terapi supaya hatinya tenang lagi. Tapi dokter Icha sudah dirawat sama psikiater jadi terapinya tidak jadi. Sekarang polisi itu masih pakai terapi itu buat bantu orang lain yang juga sedih biar bisa sembuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Rudi Darmoko, mengungkapkan dirinya sempat menawarkan terapi kesehatan mental dengan metode Ultimate The Source Body, Mind & Soul Emotional Freedom Technique (USEFT) kepada dr. Icha sebelum meninggal dunia.

Rudi mengaku mengetahui kabar soal intimidasi yang dialami dr. Icha pada 13 Juni 2026. Setelah menerima informasi itu, ia langsung meminta para terapis di lingkungan Polda NTT untuk menjajaki kemungkinan pendampingan terhadap dokter tersebut.

1. Klaim sudah menghubungi keluarga untuk membantu

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, sempat tawari dr. Icha terapi kesehatan mental. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Rudi mengatakan salah satu terapis Polda NTT yang juga merupakan rekan sejawat dr. Icha telah mencoba menghubungi pihak keluarga. Upaya itu dilakukan untuk menawarkan bantuan pemulihan psikologis melalui terapi USEFT.

"Sebenarnya begitu saya mendapatkan laporan mengenai kejadian almarhumah dr. Icha, saya sudah memerintahkan kepada para terapis yang ada di Polda NTT ini untuk membantu," kata Rudi di Markas Polda NTT, Sabtu (4/7/2026).

Namun, kata dia, pihak keluarga saat itu menyampaikan bahwa dr. Icha sudah lebih dulu menjalani penanganan oleh psikiater. Karena itu, tawaran terapi USEFT dari Polda NTT tidak sempat dijalankan.

"Sudah berusaha menghubungi keluarga dengan tujuan membantu supaya menetralkan depresinya. Namun sangat disayangkan almarhumah menolak karena sudah dirawat atau ditangani psikiater. Andaikata almarhumah berkenan kita bantu mungkin bisa berbeda ceritanya," ujarnya.

2. USEFT diyakini bisa bantu pulihkan kondisi mental

Keluarga dr. Icha datang melapor ke Polda NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Rudi menjelaskan metode USEFT diyakini dapat membantu menetralkan kondisi psikologis seseorang yang mengalami trauma, fobia, hingga depresi. Ia menyebut pendekatan ini telah digunakan oleh tim terapis di Polda NTT untuk sejumlah kasus.

Menurut dia, terapi ini dapat dilakukan secara langsung maupun jarak jauh melalui sambungan telepon atau layanan daring. Yang paling utama, kata Rudi, adalah adanya kemauan dari pasien untuk pulih.

"Hal yang terpenting adalah pasien atau klien ini memiliki keinginan untuk sembuh. Itu utamanya. Misalnya tidak ingin walaupun dia rasa masalah, itu tidak bisa karena terapis ini hanya mengarahkan saja," katanya.

Ia menambahkan, layanan terapi tersebut tidak dipungut biaya. Polda NTT, kata dia, membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pemulihan psikologis.

3. Polda NTT sebut pernah menangani anak yang hendak bunuh diri

Ketua Bhayangkari Polda NTT Vily Rudi Darmoko memberi terapi untuk para anggota bhayangkari. (Dok Humas Polda NTT)

Rudi juga mencontohkan pengalaman timnya menangani seorang anak di Kabupaten Sikka yang disebut sempat memiliki keinginan mengakhiri hidup. Kasus itu, menurutnya, berhasil ditangani setelah orang tua korban meminta bantuan.

"Bahkan setelah kejadian dr. Icha itu saya mendapat laporan kejadian di Polres Sikka kalau tidak salah itu ada juga. Ada seorang anak yang mau bunuh diri tapi Alhamdulillah orangtuanya menginformasikan ke kita sehingga bisa tertangani," ungkapnya.

Ketua Bhayangkari Polda NTT, Vily Rudi Darmoko, yang juga menjadi salah satu terapis USEFT, mengatakan metode ini dinilai efektif untuk membantu korban trauma dan luka batin. Ia menyebut keberhasilan terapi sangat bergantung pada kesadaran pasien untuk mengakui masalah dan keinginan untuk sembuh.

"Teknik ini mudah sekali untuk kita lakukan tapi kuncinya klien atau pasien menyadari adanya masalah yang dirasakan dan keinginannya sendiri untuk sembuh. Sebenarnya tidak ada tantangan berarti karena kembali lagi kepada yang bersangkutan," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article