Ketua Bhayangkari Polda NTT Vily Rudi Darmoko memberi terapi untuk para anggota bhayangkari. (Dok Humas Polda NTT)
Rudi juga mencontohkan pengalaman timnya menangani seorang anak di Kabupaten Sikka yang disebut sempat memiliki keinginan mengakhiri hidup. Kasus itu, menurutnya, berhasil ditangani setelah orang tua korban meminta bantuan.
"Bahkan setelah kejadian dr. Icha itu saya mendapat laporan kejadian di Polres Sikka kalau tidak salah itu ada juga. Ada seorang anak yang mau bunuh diri tapi Alhamdulillah orangtuanya menginformasikan ke kita sehingga bisa tertangani," ungkapnya.
Ketua Bhayangkari Polda NTT, Vily Rudi Darmoko, yang juga menjadi salah satu terapis USEFT, mengatakan metode ini dinilai efektif untuk membantu korban trauma dan luka batin. Ia menyebut keberhasilan terapi sangat bergantung pada kesadaran pasien untuk mengakui masalah dan keinginan untuk sembuh.
"Teknik ini mudah sekali untuk kita lakukan tapi kuncinya klien atau pasien menyadari adanya masalah yang dirasakan dan keinginannya sendiri untuk sembuh. Sebenarnya tidak ada tantangan berarti karena kembali lagi kepada yang bersangkutan," katanya.